BeritaLimapuluh Kota

Bupati Limapuluh Kota Apresiasi Panitia Alek Bakajang Gunuang Malintang

222
Bupati dan Wabup Limapuluh Kota didampingi Forkopimda saat diwawancarai wartawan, termasuk Trans TV.
Bupati dan Wabup Limapuluh Kota didampingi Forkopimda saat diwawancarai wartawan, termasuk Trans TV. (f/ist)

Mjnews.id – Tradisi Alek Bakajang di Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kembali melihatkan bahwa kekuatan adat sebagai perekat sosial.

Perhelatan budaya yang berlangsung 24–28 Maret 2026 ini diawali dengan prosesi jalang manjalang—silaturahmi antarniniak mamak dan kemenakan—yang menyatukan empat suku di nagari yaitu suku Domo, suku Melayu, suku Paga Cancang dan Suku Piliang.

ADVERTISEMENT

Prosesi adat mempertemukan para penghulu suku, di antaranya Dt Bandaro (suku Domo), Dt Sati (suku Melayu), Dt Paduko Rajo (suku Paga Cancang), serta unsur Suku Piliang.

Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Deng Putra, selaku Ketua Pemuda Nagari sekaligus Ketua Pelaksana Alek Bakajang.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat nagari menghimpun pembiayaan kegiatan secara swadaya hingga sekitar Rp300 juta.

“Panitia berharap pada pelaksanaan berikutnya dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dan provinsi dapat memperkuat keberlanjutan tradisi yang sarat nilai kearifan lokal ini,” katanya saat ditanya wartawan di lokasi acara di Jorong Bencah Lumpur, Nagari Gunuang Malintang, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Alek Bakajang tahun ini berkat kebersamaan anak kemenakan dan dukungan niniak mamak di seluruh suku.

“Alek Bakajang ini lahir dari semangat kebersamaan. Seluruh pembiayaan kegiatan murni dari sumbangan masyarakat nagari. Ini bukti bahwa kecintaan terhadap adat masih sangat kuat. Namun ke depan, kami berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah agar tradisi ini dapat terselenggara lebih baik tanpa terlalu membebani masyarakat,” harapnya.

Deng Putra juga mengatakan, bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi ruang pendidikan adat bagi generasi muda.

“Melalui Alek Bakajang, generasi muda belajar langsung tentang nilai mamak dan kemenakan, tentang silaturahmi, tentang adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Ini investasi sosial untuk masa depan nagari,” tambahnya.

Exit mobile version