BeritaEkonomiParlemenSumatera Barat

Irman Gusman Tawarkan Konsep Minangkabau Incorporated untuk Bangkitkan Ekonomi Sumbar

153
Anggota DPD RI, Irman Gusman tampil sebagai keynote speaker dalam Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026
Anggota DPD RI, Irman Gusman tampil sebagai keynote speaker dalam Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026. (f/dpd)

Mjnews.id – Anggota DPD RI, Irman Gusman kembali mendorong penguatan arah pembangunan ekonomi daerah saat tampil sebagai keynote speaker dalam Seminar Ekonomi Sumatera Barat 2026 di Aula Bappeda Sumatera Barat (Sumbar) di Kota Padang, Rabu (1/4/2026).

Mantan ketua DPD dua periode itu menegaskan bahwa di balik bencana selalu ada peluang yang harus dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan.

ADVERTISEMENT

Dengan semangat “Rising Together, Growing Stronger”, Irman Gusman mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk membangun ekonomi Sumbar pasca bencana yang lebih tangguh dan akseleratif.

Menurutnya, kondisi global dan nasional saat ini tengah berada dalam tekanan, dan berdampak langsung ke daerah, termasuk Sumatera Barat.

“Kondisi global terhimpit oleh perang, ekonomi nasional juga tidak baik-baik saja, dan di Sumatera Barat pertumbuhan hanya 3,37 persen. Ini tentu menjadi warning bagi kita semua,” ujarnya.

Senator asal Sumbar tersebut menekankan pentingnya terobosan out of the box dan kesadaran kolektif lintas sektor agar Sumbar mampu keluar dari tekanan tersebut.

“Saya yakin bisa. Karena dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan dan memunculkan terobosan,” katanya.

Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM MPP Muhammadiyah itu kemudian menawarkan konsep Minangkabau Incorporated, yakni integrasi seluruh elemen—pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat—dalam satu gerak pembangunan.

Dalam hal ini, Bappeda didorong menjadi pusat kendali atau crisis center ekonomi daerah.

“Kita tidak boleh lagi sekadar wacana. Bappeda harus jadi garda terdepan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pariwisata sebagai leading sector sekaligus quick win. Potensi alam Sumbar dinilai sangat kuat dan tidak kalah dengan destinasi hebat tingkat dunia, namun belum dikelola optimal.

“Masalahnya bukan potensi, tapi bagaimana mengelolanya menjadi income bagi masyarakat,” ujarnya.

Exit mobile version