BeritaKepulauan RiauPertamina

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Distribusi Energi di AFT Hang Nadim dan IT Tanjung Uban Kepri

17
×

Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Distribusi Energi di AFT Hang Nadim dan IT Tanjung Uban Kepri

Sebarkan artikel ini
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso tinjau IT Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepri
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso tinjau IT Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepri. (f/ist)

Mjnews.idPertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menerima kunjungan kerja Komisaris Utama dalam rangka Management Walkthrough (MWT) ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim Batam dan Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Kunjungan ini dipimpin oleh Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, didampingi Dewan Komisaris Wanti Waranei F. Mamahit, serta Komite Dewan Komisaris Galumbang C. Sitinjak dan Harri Fajri, dan disambut oleh Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi bersama jajaran manajemen di masing-masing lokasi operasional.

ADVERTISEMENT

Melalui kegiatan Management Walkthrough ini, penguatan fungsi pengawasan dilakukan sekaligus memastikan operasional distribusi energi, baik BBM, LPG, maupun Avtur, berjalan dengan andal, aman, dan optimal di wilayah strategis Indonesia bagian barat.

Dalam kunjungan di AFT Hang Nadim, Komisaris Utama menekankan pentingnya peran terminal aviasi sebagai penopang penerbangan domestik maupun internasional. Dengan posisi Bandara Internasional Hang Nadim yang berada di jalur penerbangan internasional dan dekat dengan Singapura, AFT Hang Nadim diharapkan tidak hanya menjadi titik suplai avtur, tetapi juga sebagai pendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Sementara itu, pada kunjungan ke IT Tanjung Uban, Komisaris Utama menyoroti peran strategis terminal sebagai simpul logistik energi di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya.

Selain melayani distribusi BBM dan LPG, terminal ini juga berfungsi sebagai buffer stock untuk menjaga ketahanan energi, terutama dalam menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan.

Letak IT Tanjung Uban yang berada di jalur pelayaran internasional turut memberikan nilai strategis dalam mendukung kelancaran distribusi energi. Oleh karena itu, pengelolaan stok, kesiapan infrastruktur, serta keandalan fasilitas seperti tangki timbun dan jetty menjadi faktor krusial untuk mencegah potensi gangguan distribusi.

Komisaris Utama PT Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, dalam arahannya menyampaikan bahwa seluruh unit operasi harus mampu menjaga keandalan distribusi energi di tengah berbagai dinamika yang ada.

“Wilayah barat Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri, baik dari sisi geografis maupun dinamika permintaan. Oleh karena itu, AFT Hang Nadim dan IT Tanjung Uban harus benar-benar memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dalam berbagai kondisi, didukung infrastruktur yang andal serta koordinasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga, Wanti Waranei F. Mamahit, turut menekankan pentingnya kesiapan dan kompetensi sumber daya manusia dalam menjaga keandalan operasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kesiapan dan kapabilitas Perwira di lapangan terus terjaga dengan baik. Keandalan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, penguatan kompetensi, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, serta budaya HSSE harus terus menjadi perhatian utama agar setiap proses operasional berjalan optimal dan aman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran aktif seluruh Perwira dalam menjaga standar operasional menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah kerja yang memiliki kompleksitas tinggi.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT