pemkab muba
BeritaSumatera Barat

Pertanian Modern Kunci Tingkatkan Produksi Pangan dan Ketahanan Pangan

16
×

Pertanian Modern Kunci Tingkatkan Produksi Pangan dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy saat penanaman perdana benih padi dengan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok
Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy saat penanaman perdana benih padi dengan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. (f/pemprov)

Mjnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi sebagai strategi meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penanaman perdana benih padi dengan pola Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sabtu (25/7/2026).

ADVERTISEMENT

Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy menegaskan modernisasi pertanian merupakan langkah penting untuk menjawab tantangan sektor pertanian di tengah semakin terbatasnya lahan sawah dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

“Ini kegiatan yang bagus sekali untuk mendukung program pemerintah,” kata Vasko.

Menurutnya, peningkatan produksi pangan tidak lagi dapat hanya mengandalkan perluasan lahan pertanian. Karena itu, pemerintah mendorong berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi agar produktivitas setiap hektare lahan dapat terus ditingkatkan.

Vasko menilai penerapan pertanian modern harus diiringi dengan pendampingan yang berkelanjutan kepada petani. Dengan demikian, inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap demonstrasi, tetapi benar-benar diterapkan secara luas dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan hasil panen serta kesejahteraan petani.

“Kita ingin teknologi ini benar-benar diterapkan oleh petani sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terangkat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Solok, Chandra; Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi; Kepala BRMP Sumbar, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman menjelaskan PM-AAS merupakan program pertanian modern yang digagas Menteri Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui mekanisasi dan penerapan budidaya dan mekanisme tanam benih yang lebih presisi.

Berbeda dengan pola konvensional yang menggunakan bibit hasil persemaian, pada sistem PM-AAS benih ditanam langsung menggunakan alat tanam khusus. Metode tersebut membuat proses tanam lebih cepat, efisien, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, serta memungkinkan pengaturan populasi tanaman secara lebih optimal.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT