pemkab muba
BeritaKesehatanSumatera Barat

Kolaborasi RSUP M Djamil Padang dengan KSRelief Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar

27
×

Kolaborasi RSUP M Djamil Padang dengan KSRelief Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat pembukaan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat pembukaan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang. (f/pemprov)

Mjnews.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut baik kolaborasi internasional dalam penguatan layanan operasi jantung anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis daerah dalam menangani penyakit jantung bawaan pada anak.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) Arab Saudi, Muslim World League (MWL), serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas negara itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan di Sumbar.

Atas nama Pemprov Sumbar dan masyarakat Ranah Minang, Arry juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh tim medis dan delegasi dari Arab Saudi serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Kehadiran para ahli tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di daerah.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar mendukung penuh penguatan kolaborasi lintas negara, lintas institusi, dan lintas profesi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.

“Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak-anak tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga memberikan beban fisik, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar memandang kegiatan proctorship ini sangat strategis karena tidak hanya memperluas akses pelayanan berkualitas, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di daerah melalui transfer ilmu pengetahuan,” ujar Arry.

Arry juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, para tenaga kesehatan tidak hanya berperan menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak beserta keluarga yang tengah berjuang menghadapi penyakit jantung.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan di Indonesia. Setiap tahun, sekitar satu persen atau sekitar 48 ribu bayi yang lahir mengalami kelainan jantung bawaan, dan sekitar 12 ribu di antaranya memerlukan tindakan operasi segera karena kondisinya kritis.

Menurut Budi, hingga tahun 2022 Indonesia baru mampu menangani sekitar 6.000 operasi jantung anak setiap tahun. Akibatnya, masih banyak anak yang belum mendapatkan tindakan medis tepat waktu karena keterbatasan kapasitas layanan.

“Karena itu pemerintah terus memperluas kemampuan rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung anak. Dari sebelumnya hanya sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini telah berkembang menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Namun jumlah itu masih harus terus ditingkatkan agar seluruh provinsi memiliki layanan operasi jantung anak,” kata Budi.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT