BeritaSumatera Barat

70 Tahun Guspardi Gaus, Gubernur Mahyeldi Ajak Tokoh Sumbar Wariskan Gagasan Lewat Buku

12
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat Peluncuran Tujuh Buku dan Diskusi Panel dalam rangka memperingati 70 Tahun Guspardi Gaus
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat Peluncuran Tujuh Buku dan Diskusi Panel dalam rangka memperingati 70 Tahun Guspardi Gaus. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah hadiri Peluncuran Tujuh Buku dan Diskusi Panel dalam rangka memperingati 70 Tahun Guspardi Gaus bertajuk “Refleksi Pemikiran Politik dan Kenegaraan Guspardi Gaus” di Auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi atas perjalanan pengabdian Dr. H. Guspardi Gaus, M.Si. sebagai akademisi, politisi, tokoh masyarakat, sekaligus putra terbaik Minangkabau yang selama puluhan tahun berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional melalui gagasan, karya tulis, serta kiprahnya di berbagai bidang.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menilai Guspardi Gaus merupakan salah satu tokoh Minangkabau yang mampu memadukan nilai adat, intelektualitas, spiritualitas, dan pengalaman kepemimpinan dalam satu kesatuan yang utuh.

“Pada diri Pak Guspardi hadir nilai-nilai Minangkabau secara utuh. Beliau adalah seorang datuk, cendekiawan, akademisi, sekaligus tokoh yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional. Sosok seperti inilah yang perlu menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.

Menurut Gubernur, peluncuran tujuh buku tersebut bukan sekadar seremoni penerbitan karya, tetapi merupakan ikhtiar mendokumentasikan perjalanan pemikiran dan pengalaman seorang tokoh bangsa agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dokumentasi seperti itu dinilai penting sebagai sumber pembelajaran sekaligus referensi dalam membangun masa depan daerah.

Mahyeldi mengatakan, Sumbar memiliki banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Namun, tidak semua gagasan dan pengalaman mereka terdokumentasi dengan baik. Karena itu, ia mengajak para tokoh, akademisi, maupun pemimpin daerah untuk membangun tradisi menulis sebagai bagian dari upaya menjaga khazanah intelektual Minangkabau.

“Warisan pemikiran tidak cukup hanya disampaikan secara lisan. Ia harus dituliskan agar dapat dibaca, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang. Budaya literasi inilah yang perlu terus kita kuatkan,” katanya.

Sementara itu, Guspardi Gaus menjelaskan bahwa tujuh buku yang diluncurkan merupakan kompilasi berbagai pemikiran, pandangan, serta aktivitasnya selama menjalankan amanah sebagai Anggota DPR RI. Seluruh materi disusun dari dokumentasi berita, catatan, dan arsip yang telah dikumpulkannya secara konsisten sejak memulai karier sebagai akademisi.

Ia mengungkapkan, kebiasaan mendokumentasikan setiap gagasan dan aktivitas telah menjadi bagian dari tradisi akademik yang terus dipertahankannya, baik saat menjadi dosen, anggota DPRD Provinsi Sumbar, maupun ketika mengemban amanah sebagai anggota DPR RI.

“Ketujuh buku ini merupakan kumpulan pemikiran dan dokumentasi selama lima tahun menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI. Saya berharap karya ini dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus berpikir kritis, berkontribusi bagi daerah, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujar Guspardi.

Pada kesempatan tersebut, Guspardi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar, para tokoh nasional, akademisi, sahabat, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, berbagi pengalaman melalui karya tulis merupakan salah satu bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat terus dirasakan lintas generasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tokoh Masyarakat Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., Wali Kota Padang H. Fadly Amran, B.B.A., Ketua LKAAM Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Ketua Bundo Kanduang Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, Ir. H. Hendra Irwan Rahim, M.M., Prof. Dr. H. Syukri Iska, M.Ag., Hasril Chaniago, para akademisi, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, serta tamu undangan lainnya. (adpsb)

Exit mobile version