pemkab muba
JakartaBerita

Api di Gedung Bapenda Padam, Tim Gulkarmat Bertahan di Lantai 10 demi Pastikan Tidak Ada Perambatan

13
×

Api di Gedung Bapenda Padam, Tim Gulkarmat Bertahan di Lantai 10 demi Pastikan Tidak Ada Perambatan

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260808 160109 WhatsApp1
Penampakan gedung Bapenda DKI jakarta usai dilalap kobaran api. (Dok. MJNEWS)

MJNEWS.ID – Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam.

Api diduga pertama kali muncul dari ruang server yang berada di lantai 11 gedung tersebut. Petugas pemadam kebakaran pun harus berjibaku selama hampir lima jam untuk memastikan api tidak merambat ke lantai lainnya.

ADVERTISEMENT

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Triyanto mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.30 WIB.

Sebanyak 30 unit mobil pemadam dengan 185 personel langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas juga menggunakan tiga unit bronto skylift untuk menjangkau titik api di bagian atas gedung.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, sumber api berasal dari ruang server di lantai 11. Namun, untuk penyebab pasti kebakaran masih diselidiki,” kata Triyanto.

Dalam kejadian tersebut, seorang warga berinisial G (30) mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Korban berhasil dievakuasi dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Dinas Gulkarmat Jakarta Bayu Meghantara mengatakan proses pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas harus memastikan tidak terjadi perambatan api ke lantai lain.

“Kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan kembali. Saat ini teman-teman masih menyisir, sekarang sudah ada di lantai 12,” ujarnya.

Petugas juga menghadapi embusan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut sempat membuat kobaran api kembali membesar dan merambat.

Setelah berjibaku hampir lima jam, petugas mulai melakukan proses pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri telah diterjunkan ke lokasi.

Puslabfor akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk asal api dan titik awal munculnya kobaran.

“Kehadiran Puslabfor untuk menentukan penyebab dan asal api serta di mana titik api,” kata Budi.

Hingga Sabtu (8/8/2026), penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi juga memastikan satu korban yang mengalami sesak napas masih mendapatkan perawatan.

Kalau ingin dibuat lebih khas Media Investigasi dan lebih “menggigit”, judulnya bisa diarahkan ke unsur misteri penyebab kebakaran dan penyelidikan Puslabfor.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT