BeritaPendidikanSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Pendidikan dalam Sumbar Teacher Summit 2026

23
Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Pendidikan dalam Sumbar Teacher Summit 2026
Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Pendidikan dalam Sumbar Teacher Summit 2026. (f/ist)

Mjnews.id – Di tengah derasnya arus teknologi, ada satu hal yang tidak boleh berubah dalam dunia pendidikan: guru harus tetap menjadi sosok yang mampu menuntun, menginspirasi dan membentuk karakter generasi muda.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), H. Mahyeldi mengingatkan para guru dan kepala sekolah agar tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat tenaga pendidik harus terus memperbarui ilmu dan keterampilan agar tetap mampu mendampingi peserta didik yang semakin akrab dengan dunia digital.

ADVERTISEMENT

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Sumbar Teacher Summit 2026 dan Seminar & Workshop Pendidikan “Energy of Teacher” di Grand Zuri Hotel Padang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Agustus 2026, tersebut diikuti ratusan guru dan kepala sekolah SMA, SMK serta SLB dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Sumbar Teacher Summit 2026 digagas Indonesia Inspiring Teacher bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK dan SLB Sumatera Barat. Kegiatan dilaksanakan dengan konsep hybrid sehingga dapat diikuti secara langsung maupun daring.

Bagi Mahyeldi, forum tersebut bukan sekadar seminar atau workshop. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk kembali menguatkan semangat belajar dan menyadari bahwa dunia pendidikan terus bergerak.

“Di era digital ini guru jangan sampai kalah dengan anak murid yang sudah pintar menggunakan teknologi. Kalau tenaga pendidik tidak meng-upgrade ilmu, bisa jadi mereka akan kalah dengan muridnya yang sudah pintar menggunakan teknologi dan mengetahui dunia luar,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, menjadi guru berarti bersedia untuk terus belajar. Perubahan teknologi, informasi dan karakter peserta didik menuntut tenaga pendidik untuk selalu memperbarui wawasan.

Guru dan kepala sekolah, katanya, harus menjadikan peningkatan kompetensi sebagai bagian dari profesionalisme. Seminar dan workshop dapat menjadi salah satu cara untuk memperkaya pengetahuan, bertukar pengalaman sekaligus menemukan metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa pengembangan kompetensi guru mendapat dukungan melalui dana sertifikasi. “Sebanyak 20 persen dari dana sertifikasi diperuntukkan untuk meningkatkan kapasitas guru, salah satunya melalui seminar seperti ini,” katanya.

Namun, Mahyeldi mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh terjebak hanya pada kemampuan menguasai teknologi.

Sebab, secanggih apa pun teknologi yang digunakan dalam pembelajaran, pendidikan tetap memiliki tujuan yang lebih besar, yakni membentuk manusia yang berkarakter dan bertakwa.

Exit mobile version