Mjnews.id – Mimpi besar lahir dari kehidupan sederhana. Nindy Harsita Putri, siswi SMAN 2 Tanjungpinang, membuktikan latar belakang bukan penghalang prestasi. Putri sulung dari pasangan Harmani (57) dan Siti Muniroh (49) ini resmi terpilih menjadi anggota Paskibraka Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 — satu-satunya perwakilan putri dari sekolahnya, dan satu kisah yang menyentuh hati banyak orang.
Ayahnya bukan pejabat, bukan pengusaha. Harmani setiap hari mengayuh sepeda motor sebagai tukang ojek di pangkalan bawah pohon besar, persisnya di Jalan Batu Kucing, depan Bank Riau Kepri Syariah dan BTN Pamedan, Tanjungpinang. Meski sederhana, sejak kecil Nindy ditanamkan nilai disiplin, kerja keras, kemandirian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi langkahnya menembus seleksi ketat dari ratusan pendaftar se-Kepri.
“Saya tidak pernah malu dengan profesi ayah. Justru kerja keras beliau yang memacu saya untuk berjuang,” ucap Nindy dengan mata berbinar.
Selama pemusatan latihan, ia tak sekadar berlatih baris-berbaris. Ia bertemu teman-teman dari berbagai kabupaten dan kota di Kepri, saling bertukar semangat, memperluas wawasan, dan merajut persahabatan lintas latar belakang. Cita-citanya sudah tertancap kuat: usai lulus SMA, ia ingin masuk Akademi Kepolisian (Akpol) untuk terus mengabdi pada negara.
Saat hari pengibaran bendera tiba, 17 Agustus 2026, di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, di hadapan pejabat daerah dan warga se-Kepri, Harmani berdiri di antara kerumunan penonton. Melihat putrinya tegap berseragam putih-merah, tak kuasa ia menahan haru.
“Saya setiap hari ngojek di bawah pohon rindang itu. Tak pernah terbayang, anak saya bisa berdiri di sana, menjadi kebanggaan provinsi,” ujar Har, sapaan akrabnya, suaranya bergetar menahan bahagia.
Ibu kandungnya, Siti Muniroh, pun tak kalah terharu. Ia menyaksikan sendiri bagaimana putrinya bangun pagi-pagi, berlatih dengan tekun, tak pernah mengeluh. “Saya bersyukur kepada Allah. Semangat Nindy sungguh luar biasa, saya sangat bangga,” katanya berkaca-kaca.
Kisah Nindy Harsita Putri adalah bukti nyata: keberhasilan tak diwariskan dari jabatan atau harta, melainkan lahir dari semangat baja, didikan orang tua yang tulus, dan doa yang tak putus. Dari bawah pohon rindang pangkalan ojek, kini namanya tercatat sebagai salah satu putri terbaik Kepulauan Riau — mengibarkan bendera pusaka sekaligus membuktikan bahwa impian setinggi langit bisa diraih siapa saja yang tak kenal menyerah. (*)
