Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) gelar pelatihan dan pengukuhan Tim Communication in Rescue and Emergency (CORE) Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) atas dukungan dana pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria.
Kegiatan selama dua hari, 4 dan 5 September 2026 ini, dibuka di Bumi Perkemahan Tapian Ratu, Jumat 4 September 2026.
Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik (SIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Bukittinggi, Riri Alhadilla Sukma, menjelaskan, Pelatihan dan Pengukuhan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam diikuti oleh 40 anggota ORARI Lokal Bukittinggi Agam yang tergabung dalam Tim CORE Group A. Kegiatan pelatihan ini menghadirkan 2 orang instruktur atau narasumber yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi radio kebencanaan, keselamatan dan penanganan keadaan darurat.
“Jadi untuk memaksimalkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini, kita menghadirkan 2 orang instruktur atau narasumber yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi radio kebencanaan, keselamatan dan penanganan keadaan darurat. Kegiatan ini, terselenggara melalui dana pokir Anggota DPRD Bukittinggi, Bapak Dedi Fatria,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria, mengatakan pelatihan dan pengukuhan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan komunitas dalam menghadapi kondisi kebencanaan. Menurutnya, berbagai komunitas di Kota Bukittinggi perlu memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan yang dapat mendukung penanganan bencana.
“Pelatihan dan pengukuhan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan komunitas dalam menghadapi kondisi kebencanaan. Kita dukung bersama, agar ORARI bisa berperan lebih banyak dalam mitigasi bencana, termasuk jika bencana itu terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, keberadaan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam menjadi hal positif dalam mendukung komunikasi pada kondisi darurat maupun kebencanaan. Menurutnya, komunikasi yang cepat dan dapat diandalkan dibutuhkan untuk mempercepat penyampaian informasi serta koordinasi di lapangan.
“Pada kondisi darurat dan kebencanaan, respon cepat menjadi sangat penting. Kecepatan menerima dan menyampaikan informasi sangat dibutuhkan sehingga bantuan dapat segera dikerahkan,” ujar Ibnu Asis.
Melalui pembentukan Tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, ORARI, relawan, dan unsur terkait lainnya semakin kuat dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan kebencanaan.
(Aii)
