BeritaMusi Banyuasin

Kebakaran Sumur Minyak di Tengah Razia Pengangkut Minyak Masak, Warga Muba: Jangan Hanya Kejar Sopir!

51
Kebakaran sumur minyak di kawasan perkebunan PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)
Kebakaran sumur minyak di kawasan perkebunan PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). (f/ist)

Menurutnya, aktivitas kendaraan pengangkut minyak mentah pada malam hari juga masih terlihat melintas dari kawasan Hindoli menuju sejumlah lokasi yang disebut sebagai tempat pengolahan minyak di wilayah Keluang.

“Hampir tiap malam ada puluhan mobil yang mengangkut minyak mentah dari Hindoli keluar melalui jalan gerbang Desa Mekarjaya i A3 Keluang menuju lokasi yang disebut tempat masakan minyak daerah Cawang Keluang dan simpang A7,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Mr juga menyinggung maraknya razia terhadap kendaraan pengangkut minyak masak yang dilakukan aparat.

“Setelah minyak masak, ketika kendaraan pengangkut hendak keluar dirazia. Sopir ditangkap, diproses hukum dan ditahan. Kalau seperti ini, pertanyaannya sederhana : bagaimana dengan sumber minyaknya dan siapa yang mengendalikan aktivitas tersebut?” tegasnya.

Jangan Berhenti di Sopir

MD menilai pemberantasan aktivitas minyak ilegal seharusnya dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, penindakan tidak cukup hanya terhadap pengemudi kendaraan yang berada di lapangan.

“Kalau memang aktivitas minyak ilegal di Musi Banyuasin mau diberantas, jangan hanya sopir dan armada yang dikejar. Sumber minyaknya juga harus ditelusuri. Sumur yang terbukti ilegal harus ditindak, begitu juga pihak yang terbukti menjadi pengelola atau pemodalnya,” katanya.

Ia menilai pengemudi berada pada posisi paling mudah terlihat dalam rantai aktivitas tersebut, sementara aktor yang berada di balik kegiatan harus dibuktikan melalui penyelidikan.

“Sopir itu masyarakat kecil yang mencari makan. Kalau memang terbukti melanggar hukum, silakan diproses sesuai aturan. Tetapi jangan berhenti pada sopir. Telusuri sampai kepada pemilik, pengelola, pemasok, maupun pihak yang menikmati hasilnya apabila memang ada bukti keterlibatan,” pungkas .

Publik Menunggu Jawaban

Kebakaran di kawasan Hindoli kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang masih menunggu jawaban resmi : Apa penyebab kebakaran? Mengapa api dapat berkobar besar jika sumur tersebut disebut sudah tidak beraktivitas? Bagaimana status legalitas sumur di kawasan tersebut? Dan sejauh mana penertiban telah menyentuh sumber aktivitas minyak, bukan hanya kendaraan pengangkutnya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sepenuhnya menjadi ranah penyelidikan aparat dan instansi berwenang.

Tim redaksi media ini akan terus memantau melakukan penelusuran serta meminta klarifikasi dari pihak terkait, termasuk pengelola kawasan dan instansi yang memiliki kewenangan terhadap kegiatan pertambangan minyak, guna memastikan fakta sebenarnya di lapangan.

(Mira)

Exit mobile version