Mjnews.id – Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya mendorong inovasi Gerakan Makan Ikan di Sekolah (GAS) sebagai kampanye edukasi untuk membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak dini, mendukung pencegahan stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Dharmasraya, Hastho Kuncoro, M.Pd., di Pulau Punjung, Selasa (1/9/2026) mengatakan pembangunan sumber daya manusia berkualitas perlu dimulai sejak masa pertumbuhan, salah satunya melalui pembiasaan pola makan sehat dan pemenuhan gizi yang baik.
“Kalau kita berbicara tentang kualitas sumber daya manusia, kita tidak bisa hanya berbicara soal pendidikan. Anak-anak juga membutuhkan asupan gizi yang baik agar pertumbuhan fisik dan perkembangan otaknya dapat berlangsung secara optimal,” kata Hastho didampingi Kabid Perikanan Ns. Selvi Delvia Falinda, S.Kep.
Ia menjelaskan ikan merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang mengandung protein berkualitas serta berbagai zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Namun, menurutnya, tidak semua anak menyukai ikan sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kreatif agar ikan dapat diterima sebagai makanan yang menarik dan menyenangkan.
“Tidak semua anak suka makan ikan. Karena itu, kita perlu pendekatan yang berbeda agar ikan tidak dianggap sebagai makanan yang membosankan. Melalui GAS, anak-anak dikenalkan dengan berbagai olahan ikan yang lebih menarik dan sesuai dengan selera mereka,” ujarnya.
Hastho mengatakan GAS dilaksanakan melalui edukasi mengenai manfaat ikan, kegiatan makan bersama, serta pengenalan berbagai olahan ikan kepada siswa sehingga anak tidak hanya mengetahui manfaat ikan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengonsumsinya.
“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan makan ikan, tetapi kebiasaan. Kita ingin anak-anak mengenal ikan, menyukainya, kemudian terbiasa mengonsumsinya sebagai bagian dari menu sehari-hari,” katanya.
Menurut Hastho, pembiasaan konsumsi ikan sejak usia sekolah juga menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting karena pemenuhan gizi yang baik selama masa pertumbuhan penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini. Edukasi mengenai makanan bergizi perlu terus diberikan kepada anak dan keluarga. Kita ingin masyarakat memahami bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan ikan bisa menjadi salah satu pilihan pangan bergizi,” ujarnya.
Hastho menegaskan GAS merupakan kampanye edukasi, bukan program bantuan, dengan tujuan membangun pengetahuan, kesadaran, dan kebiasaan konsumsi ikan di kalangan anak sekolah.
Ia mengatakan upaya tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi masyarakat.
