Mjnews.id – Pemko Bukittinggi bersama Aliansi kemanusiaan Indonesia (Aksi) gelar tablig akbar dalam rangka menyambut kujungan Duta Besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia ke Kota Bukittinggi. Kegiatan berlangsung di Masjid Jami’ Aur Kuning, Sabtu 3 Oktober 2026.
Tablig Akbar ini juga sebagai momentum silaturahmi dan wujud kepedulian serta solidaritas terhadap saudara-saudara di Palestina dengan Mengangkat tema “Bukittinggi Basamo untuk Palestina, untuk Kemanusiaan”.
Wakil Wali kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan, Kehadiran Duta besar Negara Palestina untuk RI, His.Excellency Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al-Sattari di Masjid Jami’ Aur Kuning memberikan energi positif dan penguat untuk tidak pernah berhenti peduli.
Diharapkan, aksi nyata dan doa bersama dari Bukittinggi ini dapat menjadi bagian dari gelombang kebaikan global untuk mewujudkan kedamaian dan keadilan yang hakiki di tanah Palestina.
”Atas nama Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Bukittinggi, kami mengucapkan selamat datang dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al- Sattari dan Bang Onim beserta rombongan di Kota Bukittinggi. Kehadiran Yang Mulia di Kota Bukittinggi, ini bukan sekadar kunjungan diplomatik biasa, melainkan sebuah ikatan batin dan bukti nyata dari kokohnya persaudaraan antara masyarakat Bukittinggi, Minangkabau, dan bangsa Indonesia pada umumnya, dengan saudara-saudari kita di Palestina,” Jelas Ibnu Asis.
Selanjutnya, Sejarah telah mencatat bahwa hubungan Indonesia dan Palestina adalah hubungan batin yang amat dalam. Palestina adalah salah satu bangsa pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, dan hingga hari ini, Indonesia termasuk warga Kota Bukittinggi akan terus berdiri tegak mendukung hak- hak dasar kemanusiaan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.
”Melalui Tabligh Akbar ini, kita tidak hanya berkumpul untuk menautkan doa-doa terbaik kita ke aribaan Allah SWT, tetapi juga untuk menyatukan niat, daya, dan upaya terbaik kita guna meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Wko.
Duta besar Negara Palestina untuk Republik Indonesia, H.E. Dr. Abdalfattah Ahmed Khalil Al- Sattari, menjelaskan situasi nyata di Gaza jauh lebih parah dari pada apa yang terlihat di media. Keluarga dan anak-anaknya saat ini masih berada di Gaza. Kondisi di Tepi Barat, para pemukim Israel setiap hari masuk ke kota dan desa, menebang pohon-pohon berkah seperti tin dan zaitun, membakar rumah dan kendaraan warga, serta merampas tanah mereka.
”Akibat blokade bantuan makanan dan kebutuhan pokok selama kurun waktu 5 bulan, warga di Gaza mengalami kelaparan ekstrem hingga penderitaan fisik yang parah. Masyarakat Palestina akan terus berjuang hingga Palestina merdeka dan meminta doa dari umat Islam di Indonesia untuk keselamatan serta kebebasan Palestina,” jlasnya.
Tablig Akbar ini juga dihadiri aktivis relawan Palestina, bang Onim beserta keluarga.
(Aii)
