Berita

Pemulihan Terdampak Bencana, 190 Pelaku UMKM Padang Pariaman Ikuti Pra-Business Matching

28
Kegiatan Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman
Kegiatan Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman. (f/pemkab)

Mjnews.id – Upaya mempercepat kebangkitan pelaku usaha pascabencana terus diperkuat. Sebanyak 190 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti kegiatan Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (6/10/2026).

‎Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia tersebut dibuka langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis. Turut hadir Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Astri Harny Tresnasari beserta jajaran kementerian, staf ahli, kepala OPD, tamu undangan, dan para pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

‎Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hybrid dengan total 190 peserta, terdiri dari 85 pelaku UMKM Kabupaten Padang Pariaman dan 15 pelaku UMKM Kota Pariaman yang hadir secara langsung, serta 90 peserta lainnya yang mengikuti secara daring dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

‎Bupati John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi kepada Kementerian UMKM RI yang telah memilih Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pemulihan UMKM terdampak bencana.

‎Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2025 tentang Percepatan Penanganan Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

‎”Bencana tidak hanya merusak sarana dan prasarana usaha, tetapi juga mengganggu produksi, rantai pasok, distribusi, akses pasar, hingga hubungan usaha dengan konsumen. Karena itu, pemulihan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha mampu bangkit, berkembang, memperluas pasar, dan naik kelas,” ujar John Kenedy Azis.

‎Ia menegaskan, kegiatan Pra-Business Matching menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan para pelaku UMKM sebelum dipertemukan dengan usaha besar, BUMN, asosiasi, maupun calon offtaker yang berpotensi menjadi mitra bisnis mereka.

‎Bupati juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan meningkatkan kualitas produk, memperkuat legalitas usaha, serta membangun kapasitas produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.

‎Sebagai motivasi bagi para pelaku usaha, John Kenedy Azis mencontohkan keberhasilan produk unggulan daerah seperti Sulaman Kapalo Samek dan Kampia Siriah yang berhasil meraih penghargaan pada ajang KriyaNusa 2026 di Jakarta.

‎”Prestasi itu membuktikan bahwa produk UMKM Padang Pariaman mampu bersaing di tingkat nasional. Saya berharap ini menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku usaha bahwa produk lokal kita memiliki peluang besar untuk tampil dan dikenal lebih luas,” katanya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah akan terus hadir sebagai fasilitator, namun keberhasilan pengembangan usaha tetap ditentukan oleh kesungguhan para pelaku UMKM dalam memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.

‎”Kami memfasilitasi dan membuka akses. Namun untuk berkembang dan maju, tentu harus dibarengi dengan kemauan serta kerja keras dari pelaku usahanya sendiri. Serap ilmu yang diberikan hari ini dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan usaha masing-masing,” tambahnya.

Exit mobile version