Mjnews.id – Belum genap sebulan terbentuk, Forum Kabupaten Dharmasraya Sehat langsung menunjukkan keseriusannya. Baru dibentuk pada 3 Oktober 2026, forum ini sudah menggelar rapat evaluasi hasil verifikasi tahap I penyelenggaraan Kabupaten Sehat Tahun 2026, Kamis (22/10/2026), di Aula Lantai II Kantor Bupati Dharmasraya.
Gerak cepat tersebut menjadi langkah awal untuk membenahi berbagai kekurangan yang masih ditemukan dalam proses penilaian Kabupaten Sehat. Forum tidak ingin berlama-lama, sebab kelengkapan data dan terpenuhinya indikator menjadi bagian penting dalam mewujudkan penyelenggaraan Kabupaten Sehat.
Rapat dipimpin Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Dharmasraya, Fajar Robie Yunika, dengan melibatkan perangkat daerah terkait, para camat se-Kabupaten Dharmasraya, serta Ketua dan anggota Forum Kabupaten Dharmasraya Sehat.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh data pendukung dan indikator yang dipersyaratkan dapat segera dilengkapi sesuai ketentuan penilaian Kabupaten Sehat Tahun 2026.
Hasil verifikasi tahap I menunjukkan masih terdapat sejumlah kekurangan data pendukung. Kondisi ini menjadi pekerjaan bersama yang harus segera dituntaskan, bukan hanya oleh forum, tetapi juga seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga pemerintahan nagari.
Salah satu perhatian penting adalah kelengkapan data kelembagaan Forum Kecamatan Sehat dan Kelompok Kerja (Pokja) Nagari Sehat. Para camat diminta segera memenuhi kekurangan data Forum Kecamatan Sehat sekaligus mengoordinasikan nagari di wilayah masing-masing agar melengkapi data Pokja Nagari Sehat.
Langkah ini menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kabupaten Sehat tidak cukup hanya mengandalkan satu instansi atau sebuah forum. Dibutuhkan kerja bersama, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta keseriusan setiap unsur dalam memenuhi indikator yang telah ditetapkan.
Karena itu, rapat evaluasi tersebut menjadi momentum untuk menyamakan langkah dan memastikan setiap kekurangan memiliki tindak lanjut yang konkret. Kecepatan melengkapi dokumen harus diiringi koordinasi yang baik agar data yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan penilaian.
