BudayaGaya Hidup

Penuh Keceriaan, Hari Anak Nasional 2026 di Matraman Hadirkan Edukasi, Kreativitas, dan Kampanye Bebas Stunting

13
Peringatan Hari Anak Nasional di RSUD Matraman. (Dok. Istimewa)

MJNEWS.ID – Suasana penuh keceriaan menyelimuti GOR Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, saat ratusan anak usia dini mengikuti peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia, Kamis (23/7/2026).

‎Mengusung tema “Anak Indonesia Hebat, Kuat dan Bebas Stunting”, kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang bermain yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

ADVERTISEMENT

‎Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut diprakarsai oleh Ketua Umum KNPS Indonesia David Hamka dengan dukungan Pembina KNPS Indonesia Hj. Rany Mauliani  beliau juga merupakan Wakil Ketua DPRD DKI JAKARTA.

‎Acara juga melibatkan sejumlah organisasi, di antaranya Anak Muda Amankan Nusantara (AMAN) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

‎Berbagai aktivitas edukatif disuguhkan bagi para peserta, mulai dari lomba mewarnai, mozaik kertas, dongeng inspiratif, permainan edukatif, latihan disiplin dan pembentukan karakter, penyusunan puzzle bergambar Presiden serta Ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG), hiburan badut, pertunjukan musik hingga pembagian doorprize.

‎Menurut David Hamka, peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap hak-hak anak, terutama hak memperoleh gizi yang baik, pendidikan yang layak, dan lingkungan yang mendukung proses tumbuh kembang mereka.

‎”Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga bersama. Mereka berhak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat. Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah,” ujar David.

‎Senada dengan itu, Hj. Rany Mauliani menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak cukup hanya melalui intervensi kesehatan, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

‎Ia berharap kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dapat terus diperluas agar semakin banyak keluarga memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

‎Komitmen tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang turut ditampilkan dalam kegiatan.

‎”Tidak boleh ada stunting lagi di Republik Indonesia. Tidak boleh ada anak yang lapar lagi di Indonesia. Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak minum susu lagi.”

‎Pesan itu menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama kesehatan dan gizi.

‎Di tengah semarak kegiatan, Beberapa Media Online berkesempatan berbincang dengan salah seorang peserta bernama Muhammad Khairul Azzam, Karena tingkahnya menarik dan banyak perhatian.

‎Azzam merupakan siswa BKB PAUD Kenanga RW 012, Jalan Pisangan Baru Tengah RT 006/RW 012, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.

‎Dengan penuh antusias, Azzam mengaku sangat menikmati lomba menggambar yang menjadi salah satu agenda favoritnya. Baginya, kegiatan tersebut bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman baru karena dapat berinteraksi dengan banyak teman.

‎”Senang sekali ikut menggambar. Gurunya baik dan ramah. Aku juga jadi punya teman-teman baru,” kata Azzam dengan wajah ceria.

‎Kebahagiaan bocah itu semakin terasa karena selama mengikuti kegiatan ia didampingi oleh sang mama yang setia menemaninya dari awal hingga acara selesai.

‎”Aku senang karena ditemani Mama,” ucapnya singkat sambil tersenyum.

‎Pengakuan Azzam menggambarkan bahwa kehadiran orang tua dalam setiap aktivitas anak memiliki peran penting dalam membangun rasa percaya diri, memberikan kenyamanan, serta mempererat hubungan emosional di tengah proses belajar dan bermain.

‎Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Matraman pun tidak sekadar menjadi ajang hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media edukasi untuk menanamkan pentingnya hidup sehat, membangun karakter positif, memperkuat kreativitas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting.

‎Melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah, KNPS Indonesia berharap lahir semakin banyak anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta bebas stunting sebagai bekal menuju Indonesia Emas di masa mendatang.

Exit mobile version