Ajak Dunia Islam Satukan Kekuatan Wakaf untuk Ekonomi Umat
Saat menjadi keynote speaker pada sesi kelima, Gubernur Mahyeldi menyampaikan pentingnya penyatuan kekuatan wakaf dan investasi syariah sebagai solusi penguatan ekonomi umat.
Mahyeldi menegaskan konferensi wakaf ini bukan sekadar pertemuan, tetapi ruang untuk melahirkan gagasan baru mengenai wakaf produktif. Ia mengingatkan sejarah kejayaan wakaf dari Al-Azhar, Andalusia, hingga Turki Utsmani yang berhasil menunjukkan bahwa wakaf mampu menjadi penyangga peradaban jika dikelola secara profesional.
“Wakaf hari ini harus dikelola secara modern, transparan, dan berbasis teknologi agar benar-benar menjadi motor ekonomi umat,” ujar Mahyeldi.
Sumbar, menurutnya, memiliki potensi kuat melalui jaringan pesantren, banyaknya tanah wakaf, dan kultur keulamaan.
Karena itu, ia menawarkan tiga langkah strategis untuk penguatan wakaf. Di antaranya, memperkuat kolaborasi pemerintah dan lembaga wakaf, mengintegrasikan wakaf dengan investasi syariah ke sektor publik, serta mendorong kreativitas nazhir dalam pengembangan wakaf produktif.
Mahyeldi berharap konferensi ini melahirkan kemitraan baru antar lembaga wakaf dunia dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk pengembangan ekosistem wakaf di Sumbar.
Tawarkan Sejumlah Proyek di Konferensi Wakaf
Gubernur Mahyeldi juga menawarkan sejumlah proyek strategis yang dapat dikembangkan melalui skema wakaf produktif.
Mahyeldi menilai wakaf harus diarahkan untuk mendukung layanan publik dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Setiap rupiah wakaf yang dikelola dengan baik akan kembali menjadi manfaat, bukan hanya untuk umat, tetapi juga bagi kemajuan daerah,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam acara Konferensi Wakaf Internasional di Padang, Minggu (16/11/2025).
Proyek yang diajukannya itu antara lain:
• Pengembangan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi (Rp439 miliar)
• Pengembangan RSUD M. Natsir Solok (Rp380 miliar)
• Peningkatan sarana RSUD M. Yamin Pariaman
• Pembangunan fasilitas pendidikan dan pengembangan ilmu Al-Qur’an (Rp35 miliar)
• Dukungan bagi usaha ekonomi produktif masyarakat (Rp6,3 miliar)
Selain itu, Mahyeldi juga menawarkan tiga langkah strategis untuk penguatan ekosistem wakaf. Di antaranya, melalui pembangunan Pusat Data Wakaf, digitalisasi layanan wakaf, serta pengembangan wakaf ASN dan wakaf produktif pesantren.
