EkonomiKota Solok

Permintaan Jagung Hibrida Varietas Carano Asal Solok 50 Ton Perbulan

391
Andri Marant
Andri Marant.

Solok, Mjnews.id – Produksi dan permintaan kebutuhan Jagung Hibrida galur “Carano”, asal Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat dari tahun ke tahun selalu terjadi peningkatan dan pengembangan.
Pengusaha Jagung Hibrida galur “Carano” Andri Marant ketika bercakap-cakap dengan MJNews.id di Solok mengatakan, perusahaan yang dia pimpin baru tiga tahun berdiri, beroperasional dan Berproduksi.
“Alhamdulillah produksi Jagung Hibrida varietas “Carano” rata-rata sudah mencapai 50 ton perbulan,” terang Andri Marant.
Produksi Jagung Hibrida jenis “Carano” tersebut pada tahun-tahun berikutnya diharapkan terus berkembang dan selalu terjadi peningkatan.
Permintaan dan kebutuhan pasarpun sudah ada jelas. Bahkan banyak seperti dari Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan.
Andri Marant, asal Kota Solok merupakan satu-satunya pengusaha sukses dan berhasil mengelola dan mengembangkan usaha Jagung Hibrida. Salah satu nama varietas unggulan Jagung Hibrida tersebut diberi nama “Carano”, karena Andri Marant termasuk salah satu Pemangku Adat dan menyandang Gelar Sako Dt. Pito Rajo. Maka itu tak heran Andri Marant Dt. Pito Rajo memberi nama Jagung Hibrida tersebut dengan nama “Carano”.
Diketahui, Carano merupakan sebuah tempat peletakan sakapua sirieh, pinang, langkok-langkok dengan sadah, gambie dan rokok, dalam adat dipersembahkan guna menanti dan menyambut tamu serta para Pemangku Adat dan Pembesar suatu Negeri.
Sebelum acara dimulai, maka para tamu, pemangku adat dan pembesar nagari dipersilahkan mencabiek sirieh dan manggatok pinang terlebih dahulu. Kemudian para tamu, pemangku adat dan pembesar nagari oleh sipangka dipersilahkan masuk dan mengikuti kegiatan digelar si Pangka Alek.
(zal mega)
Exit mobile version