| Komunitas Anggur Magelang Belajar Teknik Grafting. |
MAGELANG, MJNews.ID – Pembiakan tanaman anggur dengan menggunakan biji umumnya memakan waktu yang lama dan belum tentu menghasilkan tanaman berkualitas. Untuk mengatasi kendala ini, dapat menggunakan cara lain, yaitu teknik grafting.
Grafting adalah sebuah teknik menggabungkan dua tumbuhan menjadi satu. Secara umum, sebuah luka dibuat pada tanaman lalu tanaman lain dimasukkan ke dalam luka tersebut sehingga jaringan kedua bagian tanaman tersebut dapat tumbuh bersama.
Tidak hanya pada anggur, grafting juga dapat dilakukan pada tanaman berkayu lainnya.
Pada pertanian modern, selain untuk mempercepat pembiakan dan menghasilkan tanaman berkualitas, penggunaan teknik grafting dilakukan untuk mencapai berbagai macam tujuan lain, diantaranya adalah untuk menghasilkan pohon kerdil, untuk memperkuat ketahanan tanaman terhadap penyakit tertentu, untuk mempertahankan karakteristik varietas, untuk menyesuaikan varietas dengan kondisi tanah dan iklim yang merugikan, untuk memastikan penyerbukan, untuk menghasilkan tanaman dengan banyak macam bunga dan buah, dan untuk memperbanyak spesies tertentu (seperti mawar hibrida) yang tidak dapat dibiakkan dengan cara lain.
Pada Minggu 12 September 2021, Komunitas Anggur Magelang mengadakan pertemuan di Dusun Sobodukuh, Desa Japan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam pertemuan ini disampaikan tentang teknik grafting yang disampaikan oleh Muhdi.
Ketua Komunitas Anggur Magelang, Prayitno menyampaikan bahwa dengan adanya pembelajaran teknik grafting ini sangat bermanfaat sekali buat para petani anggur dan diharapkan para petani anggur dapat lebih semangat dalam melakukan perawatan terhadap tanaman anggur.
(yyk)
