Jawa Tengah

Mbah Guntur, Tukang Kayu sekaligus Pendamping Pendaki di Magelang

120
Mbah Guntur, 45 tahun.

MAGELANG, MJNews.ID – Keindahan alam Indonesia sangatlah mempesona. Dari Sabang sampai Merauke terbentang pulau-pulau yang terhubung oleh lautan yang luas, terbentang daratan yang luas juga dan banyak pegunungan yang indah tinggi menjulang. 
Karena keindahan alam tersebut tak heran banyak yang ingin menikmatinya. Baik menikmati keindahan lautan yang luas dengan pantai-pantainya, daratan yang menakjubkan dengan bentangan sawah-sawahnya, maupun keindahan gunung dengan pemandangannya.
Indahnya alam pegunungan sangat memikat hati orang yang melihatnya. Banyak yang ingin mendaki untuk menikmati alam dari puncak gunung. Namun tidak semua orang berani mendaki gunung, karena untuk mendaki gunung memerlukan fisik dan mental yang kuat, terutama buat pendaki pemula. 
Untuk pendaki pemula, biasanya harus dengan pendamping yang sudah berpengalaman dalam mendaki.
Di Magelang, Jawa Tengah, ada seorang pendaki yang biasanya mendampingi para pendaki pemula dan kadang juga mendampingi para pendaki yang sudah biasa naik gunung namun meminta untuk didampingi.
Namanya Guntur, lahir 45 tahun silam. Namun biasa dipanggil Mbah Guntur. Mbah Guntur adalah seorang pendaki yang bisa dibilang berpengalaman karena sudah beberapa gunung di Pulau Jawa ini dia daki.
Beberapa gunung yang pernah didaki oleh Mbah Guntur diantaranya Gunung Semeru, Bromo, Lawu, Merbabu, Merapi, Gunung di Ungaran, Sumbing, Sindoro, Prau, Kembang, Sekendil, Slamet, Andong, Telomoyo, Giyanti, Gede, Pangrango dan Gunung Salak serta lainnya. 
Mbah Guntur ini selain seorang pendaki, dia juga seorang relawan. Dia tergabung dalam beberapa komunitas relawan, salah satunya Tidar Volunteer Community (TVC). Di tinggal di daerah Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pekerjaan dia sehari adalah tukang kayu. Untuk menambah penghasilan, dia sambil menjadi guide para pendaki. Namun dia tidak pernah mematok harga atau tarif sebagai guide.
Adapun gunung yang sering didaki oleh pendaki yang diantar oleh Mbah Guntur adalah Gunung Andong yang terlek di wilayah Ngablak, Magelang.
Dalam masa pandemi ini, karena banyak aktivitas masyarakat yang ditutup, gunungpun ikut ditutup. Dulu sebelum ada pandemi, dalam seminggu dia bisa mengantar orang mendaki gunung sampai 4 kali. Namun setelah ada pandemi, kegiatan pendakian total ditutup. Penutupan ini pun membuat Mbah Guntur tak ada tawaran untuk mendampingi para pendaki. 
Namun Mbah Guntur tetap bersyukur, karena masih diberi kesehatan, dan masih bisa bekerja sebagai tukang kayu, dengan harapan pandemi segera berakhir sehingga pendakian gunung segera dibuka dan bisa bekerja kembali menjadi guide.
(yyk)
Exit mobile version