Kebumen, MJNews.id – Merdi Bumi, Selamatan Bumi atau sering juga disebut dengan Sedekah Bumi, merupakan sebuah cara mengungkapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas semua nikmat yang telah diberikan. Melalui berbagai cara pelaksanaan tradisi warisan leluhur, merdi bumi dilaksanakan setiap tahun pada masa sehabis musim tanam pertama setelah padi mulai berisi.
Dengan menggelar acara pertunjukan kesenian tradisional kuda lumping di halaman Kantor Desa, masyarakat desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah memeriahkan acara Merdi Bumi, Senin (21/02/2022).
Kepala desa Kalirancang, Suwito ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa Merdi Bumi adalah budaya warisan leluhur atau adat istiadat yang sudah turun temurun yang bersifat ritual dengan selamatan kepungan di masing masing pedukuhan dengan Merdi Desa.
Di tahun-tahun sebelumnya, merdi bumi dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya wayang kulit, tetapi untuk tahun ini kami memeriahkan merdi bumi dengan menampilkan kesenian kuda lumping. Karena ada tiga paguyuban atau grup kuda lumping yaitu grup Turonggo Seto, grup Turonggo Jati Budoyo dan grup Turonggo Cokro Budoyo.
“Kami berikan waktu kepada masing masing grup untuk tampil menghibur masyarakat dari hari sabtu dengan menampilkan grup Turonggo Seto, hari minggu menampilkan grup Turonggo Jati Budoyo dan hari senin ini menampilkan grup Turonggo Cokro Budoyo,” katanya.
Harapan kami, semoga dapat ikut mempertahankan serta melestarikan kesenian kuda lumping sehingga bisa eksis berpartisipasi dalam nguri-uri atau menjaga hidupnya kesenian tradisional sebagai salahsatu warisan budaya bangsa. Masing masing grup kami berikan kesempatan untuk tampil. Karena ada tiga grup, maka acara kesenian kuda lumping ini kami jadikan tiga hari supaya semua bisa tampil.
“Kami atas nama Pemerintahan Desa Kalirancang mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kalirancang yang telah berpartisipasi nyengkuyung acara Merdi Bumi, sehingga dapat terlaksana dengan meriah,” pungkas Suwito.
(Nasir)
