Jawa Tengah

Peduli Banjir Kebumen, Komunitas Titik Kumpul Gelar Kabumian Superjam 2022

316
Komunitas Titik Kumpul Gelar Kabumian Superjam 2022. (f/m. nasir)

Kebumen, MJNews.id – Sebagai bentuk kepedulian para musisi terhadap bencana banjir yang sedang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kebumen, Komunitas Titik Kumpul menggelar Penggalangan Dana dengan menampilkan beberapa band lintas genre di Mabes Titik Kumpul, Desa Demangsari, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (19/03/2022).
Kegiatan bertajuk “Kabumian Superjam 2022” itu, merupakan kegiatan yang diselenggarakan dengan beberapa 
komunitas seniman di Kabupaten Kebumen, Banyumas dan Kabupaten Cilacap.
Hadir meramaikan acara tersebut beberapa band seperti Ras Inggi feat Fly Away, Digression, DJ Alghifari, Cyber Punk, Hama Telinga, KIYBSA, dan Parking Lot.
 
Meski diiringi hujan yang cukup lebat, namun tak menyurutkan antusias para musisi dan penggemarnya. Suasana semakin hangat ketika beberapa band satu persatu mementaskan dengan masing-masing genre.
Ketua Yayasan Komunitas Titik Kumpul, Pijar Cahyo Aji menyampaikan, Seniman memang unik dalam berekspresi untuk mencapai tujuannya, menggalang dana, bagi mereka seperti mengamen, tapi tidak hanya sekedar genjrengan, mereka peduli tentang musibah yang terjadi.
“Kegiatan penggalangan dana bencana sudah sering dilakukan, seperti pada waktu bencana gempa Donggala di Sulawesi waktu itu. Setidaknya, kami berbuat dan bergerak sesuai peran yang kami bisa,” katanya.
Gelaran Kabumian Superjam, lanjut Pijar, merupakan kegiatan untuk mendorong muda-mudi agar lebih kreatif, inovatif, berdikari, serta membangun kesadaran masyarakat mengenai ekonomi kreatif  sebagai alternatif pekerjaan.
Banyak muda-mudi di sini yang akhirnya terjun di dunia ekonomi kreatif, seperti manajemen pertunjukan seni, videography, photography, broadcasting, musisi hingga penari.
“Konteks masyarakat ekonomi kreatif sangat cocok bagi kaum milenial untuk dapat menjadi pribadi yang unggul dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang cepat. Maka tugas kami
adalah memberikan wadah pendampingan bagi muda-mudi untuk mendapatkan skill tambahan,” ujarnya. 
Pijar menambahkan bahwa memang masih cukup berat dan banyak PR bagi pekerja seni ataupun pelaku ekonomi kreatif untuk membangun kesadaran masyarakat.
“Hiburan atau entertain masih dinilai sekedar hobi hura-hura, namun jika di lihat dampak ekonominya sangatlah besar. Manfaat menjadi masyarakat ekonomi kreatif perlu ditingkatkan”, pungkas Pijar.
(Nasir)
Exit mobile version