Kemendag

Bappebti Bidik Pemanfaatan Sistem Resi Gudang Orientasi Ekspor dan Rebranding Komoditas

748
Bappebti

Tantangan Pelaksanaan Sistem Resi Gudang

Namun, masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan SRG, antara lain terbatasnya jumlah komoditas yang diatur dalam peraturan saat ini, perlunya perluasan lokasi implementasi SRG, kebutuhan akan pembiayaan yang cepat dan ekonomis, dukungan yang belum maksimal dari pemerintah daerah, dan peningkatan peran badan pengawas di seluruh Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan koordinasi dan tindak lanjut yang berkesinambungan antarinstansi terkait.

ADVERTISEMENT

Pada diskusi tersebut, narasumber juga membahas tentang peningkatan kompetensi pengelola gudang SRG dalam hal pasokan, produksi, branding, analisis pasar, perizinan, administrasi, dan pengiriman. Sinergi antara gudang SRG dengan pasar dalam negeri dan luar negeri juga ditekankan sebagai upaya memperluas akses pasar.

Dalam diskusi tersebut, diungkapkan bahwa PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI) mendukung penjaminan transaksi untuk SRG, sementara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memiliki program pembiayaan modal kerja berbasis resi gudang untuk pelaku usaha. KPBI dan LPEI berperan penting dalam mendukung perkembangan SRG dan pembiayaan komoditas.

Diskusi tersebut memberikan kesempatan bagi semua pemangku kepentingan untuk memberikan masukan, saran, dan rumusan guna mempercepat implementasi SRG di Indonesia.

(***)

Exit mobile version