Kemendag

Kemendag Fasilitasi Pertemuan Bisnis Indonesia dan Arab Saudi

39
Gedung Kementerian Perdagangan RI
Gedung Kementerian Perdagangan RI. (f/ist)

Gunawan melanjutkan, sebagai perusahaan dengan inti bisnis teknologi informasi, Middle Solution juga tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia yang berbasis intelegensi buatan (artificial intelligence/AI).

“Tujuannya, untuk mengembangkan program ziarah haji dan umroh berbasis AI, khususnya manasik haji dan umroh bagi jamaah, sehingga calon jamaah dapat meraba dan merasakan sensasi melakukan ziarah dengan berbasis teknologi AI,” terang Gunawan.

ADVERTISEMENT

Arab Saudi menempati peringkat ke-19 sebagai negara mitra dagang Indonesia untuk produk pendukung industri spa. Berdasarkan data statistik perdagangan selama tiga tahun terakhir (2020—2022), nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk sektor ini terus menunjukan peningkatan. Pada 2022, ekspor Indonesia untuk produk pendukung industri spa tercatat sebesar USD 18,99 ribu, selanjutnya pada 2021 tercatat sebesar USD 16,69 ribu, dan pada 2020 tercatat sebesar USD 13,4 ribu. Produk pendukung industri spa tersebut diantaranya sabun, produk bahan aktif permukaan berbahan organik, produk pembasuh, losion, lilin artifisial, lilin untuk persiapan, produk pemoles, serta preparat gigi berbahan dasar plester.

Sementara pada 2022, total impor Arab Saudi untuk produk pendukung industri spa tercatat sebesar USD 613,61 juta. Selanjutnya pada 2021 tercatat sebesar USD 731,82 juta, dan pada 2020 sebesar USD 779,60 juta. Selain Indonesia, Arab Saudi mengimpor produk pendukung industri spa dari negara lainnya.

Pada 2022 negara pemasok produk pendukung industri spa untuk Arab Saudi yakni Persatuan Emirat Arab dengan nilai sebesar USD 156,79 juta, Amerika Serikat (USD 72,68 juta), Inggris (USD 58,96 juta), Tiongkok (USD 50,35 juta), dan Yordania (USD 42,25 juta).

Di sisi lain, dalam tiga tahun terakhir (2020—2022), nilai ekspor produk pendukung industri spa Indonesia ke pasar global juga terus meningkat. Pada 2022, ekspor produk ini mencapai USD 1,36 miliar, naik 7,94 persen dari 2021 yang tercatat sebesar USD 1,25 miliar. Nilai ekspor pada 2021 tersebut, mengalami kenaikan sebesar 16,82 persen dari 2020 yang tercatat sebesar USD 1,07 miliar. Pada 2022, negara tujuan utama ekspor produk ini diantaranya Tiongkok dengan nilai sebesar USD 138,20 juta, India (USD 124,40 juta), Malaysia (USD 114,94 juta), Filipina (USD 112,02 juta), dan Thailand (USD 60,59 juta).

(rel)

Exit mobile version