Kemensos

Puluhan Kelompok Miskin dan Rentan di Solo Dapat Bantuan Kemensos Senilai Rp 229 Juta Lebih

728
Puluhan Kelompok Miskin dan Rentan di Solo Dapat Bantuan Kemensos
Puluhan Kelompok Miskin dan Rentan di Solo Dapat Bantuan Kemensos. (f/humas)

Kluster Bantuan

Dalam acara puncak peringatan HUT Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Kemensos pun menyerahkan bantuan ATENSI kepada para penerima manfaat. Adapun bantuan yang diserahkan terbagi ke dalam lima kluster. Kluster pertama adalah kluster anak yang diberikan kepada lima penerima manfaat berupa bantuan penambahan nutrisi dan peralatan sekolah senilai Rp 1.500.000 untuk masing-masing anak.

ADVERTISEMENT

Kluster kedua yang merupakan kluster disabilitas berupa bantuan modal usaha yang besarannya berbeda, bergantung pada hasil asesmen yang telah dilakukan oleh Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso. Dalam penyerahan kali ini, bantuan yang diserahkan berupa bantuan modal untuk usaha produksi kue, bantuan usaha menjahit, usaha jualan es, dan dua unit motor roda tiga.

Kluster berikutnya mencakup kluster rentan dan kluster lanjut usia. Kluster rentan mendapatkan bantuan modal untuk usaha mie ayam dan usaha jual beli pulsa. Sedangkan kluster lansia berupa bantuan kebutuhan dasar dan modal usaha, antara lain untuk usaha mie ayam dan bakso, penambahan modal keripik talas, dan penambahan modal usaha jual sayur matang.

Kluster terakhir merupakan kluster korban bencana dan kedaruratan. Bantuan cash transfer masing-masing senilai Rp 2.400.000 diserahkan kepada dua penerima manfaat untuk perbaikan rumah yang roboh dan rumah terbakar.

Widyasmini (49), penerima manfaat asal Laweyan, Surakarta ini mengungkapkan kegembiraannya mendapatkan bantuan modal usaha berupa peralatan membuat kue dari Kementerian Sosial. Ibu yang biasa membuat kue-kue kering ini, tadinya hanya memproduksi kue di hari besar dengan peralatan hasil pinjaman tetangganya. Kini, Widyasmini pun makin bersemangat karena telah memiliki peralatan sendiri.

“Saya itu tadinya hanya bisa membuat kue saat lebaran atau hari besar. itu saja ovennya saya pinjam dari tetangga. Nah sekarang saya dikasih oven, kompor dan lainnya, saya senang sekali. Jadi semangat bikinnya. Sekarang kan saya tidak perlu minjam lagi, saya juga bisa bikin kue lebih banyak dan tidak hanya hari besar. Kalau ada yang pesan ya bisa langsung dibikin,” kata Widyasmini antusias.

Selain bantuan ATENSI untuk lima kluster tersebut, Kementerian Sosial juga menyerahkan lima kursi roda adaptif dan juga 6 pasang alat bantu dengar.

Embun, ibu dari Mahadva Bagus Pratama mengungkapkan rasa bahagia karena putranya mendapatkan bantuan kursi roda. Dengan adanya kursi roda adaptif, Embun merasa lebih tenang karena anak Bagus lebih aman. Sebelumnya, Embun kerap khawatir anak usia 15 tahun itu akan terjatuh saat memakai kursi roda tanpa pengaman. Kini dia tidak perlu khawatir lagi. Embun pun merasa bahagia karena merasa ini pertama kalinya putranya diperhatikan oleh negara.

“Sebelumnya Bagus ini kan hanya memakai kursi roda biasa. Anaknya itu sering takut nyusruk (terjatuh ke depan). Kalau pakai ini kan aman ya, ada tali-tali pengamannya. Saya baru pertama kalinya dapat bantuan. Rasanya senang banget, ini pertama kalinya negara memerhatikan anak saya,” ucapnya penuh rasa syukur.

Setelah penyerahan bantuan ATENSI, acara puncak ini pun turut dimeriahkan dengan penampilan dari para penerima manfaat di Sentra. Tak hanya staf, residen dan para penerima manfaat yang menikmati penampilan mereka, mantan kepala Balai dan purna karya, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Kepala Dinas Sosial Surakarta, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Boyolali pun tampak hadir dalam kegiatan ini.

(rel)

Exit mobile version