Mjnews.id – Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus kunjungi RS Achmad Mochtar, RS Umum Daerah, dan RS Otak M Hatta Bukittinggi. kunjungannya dimaksudkan untuk menjemput aspirasi daerah untuk kebutuhan kesehatan di Kota Bukittinggi.
Kunjungan tersebut didampingi Anggota DPR-RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama, disambut langsung Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam pertemuan di RSUD dengan Wawenkes, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan RSUD Bukittinggi menjadi salah satu rumah sakit milik pemko Bukittinggi yang usianya baru lima tahun. Tentu fokus tujuan pembangun rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam meningkatkan pelayanan yang maksimal tersebut tentu masih membutuhkan peralatan memadai dirumah sakit.
”Kami berharap kementerian kesehatan bisa membantu berupa peralatan rumah sakit, tanpa bantuan pusat tentu Rumah sakit ini lambat bergerak dan pelayanan terganggu. Untuk itu kami juga serahkan proposal bantuan penunjang kesehatan senilai Rp. 44 Miliar,” jelas Wako.
Anggota DPR-RI komisi IX, Ade Rizki Pratama, menyampaikan Wamenkes yang gencar mengunjungi seluruh rumah sakit di Indonesia. Setiap kunjungannya, Wamenkes menjemput kebutuhan dari setiap rumah sakit, baik fisik, sumber daya maupun alat penunjang kesehatan.
”Untuk itu, kami berharap agar kebutuhan kesehatan di Bukittinggi dapat dibantu secara maksimal. Sehingga RSUD Bukittinggi menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Sumatera Barat,” ujar Ade.
Selanjutnya, Benjamin Paulus Octavianus, yang akrab disapa dr. Benny, mengapresiasi pembangunan RSUD yang menggunakan APBD. Ini membuktikan kepedulian Wali Kota Bukittinggi terhadap kebutuhan primer masyarakat.
”Sebuah apresiasi kepada wilayah yang menganggarkan anggaran daerah untuk pembangunan sarana fisik. saya rasa sudah menjadi tugas kita mengganti apa yang kurang. Hari ini kita mengunjungi tiga rumah sakit Bukittinggi, semuanya full. Artinya pelayanan di rumah sakit sangat berkualitas sehingga menjadi tempat rujukan masyarakat Sumatera Barat ini. Untuk itu perlu kita lengkapi semua kebutuhan dalam memberikan pelayanan yang maksimal,” jelas Wamenkes.
(Aii)
