KesehatanOlahragaPadang Panjang

14 Nakes dan 4 Ambulans Disiagakan Selama Pacu Kuda Alek Anak Nagari Pabasko

233
Ambulans disiagakan selama Pacu Kuda Alek Anak Nagari Pabasko. (f/kominfo)

PADANG PANJANG, Mjnews.id – Sebanyak 14 tenaga kesehatan (nakes) dengan empat ambulans, siap melayani kesehatan selama Pacu Kuda Alek Anak Nagari Padang Panjang, Batipuah, X Koto (Pabasko). Baik untuk joki, maupun masyarakat yang ikut menonton di Gelanggang Pacuan Bancalaweh, Padang Panjang.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Faizah, Sabtu (25/6/2022).
“Sebanyak 14 nakes kita ini akan siap melayani. Baik untuk joki, maupun masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan. Kita siap siagakan tiga ambulans dari Dinkes dan satu lagi dari PMI di Bancalaweh,” ujarnya.
Empat ambulans tersebut akan standby di depan Markas Satpol PP, di lapangan yang bersebelahan dengan tenda BPBD Kesbangpol, jalan masuk dari kandang, dan di depan GOR. Posisi ini akan memudahkan akses ambulans untuk keluar jika pasien memang diharuskan rujuk ke rumah sakit.
Dokter Faizah juga mengatakan, selain nakes yang standby di lapangan, PSC 119 juga siap siaga di markas dengan pengaduan yang diterima melalui operator nantinya.
“Kita juga menyiapkan PSC 119 yang mana ambulans 119 ini sudah memiliki alat yang lengkap dibandingkan ambulans kita yang lainnya,” tuturnya lagi.
Joki Timbang Masuk
H-1 pagelaran Pacu Kuda Alek Anak Nagari Pabasko, seluruh joki yang sudah terdaftar mengikuti pacuan, lakukan timbang masuk, Sabtu (25/6/2022) di Sekretariat Pordasi Padang Panjang.
Timbang masuk bagi para joki ini, diawasi langsung oleh pihak panitia pelaksana dan dewan steward yang dimulai dari Sabtu siang.
Dewan Steward, Maidison mengatakan, timbang masuk ini merupakan proses untuk mengecek atau menimbang beban dasar dari joki yang akan melakukan pacuan. Ini bertujuan untuk mengantisipasi dan meminimalisir kecelakaan saat berpacu, serta mengutamakan keselamatan joki dan kuda yang berpacu.
“Jelang pacuan, joki diharuskan melakukan timbang masuk terlebih dahulu. Sesuai dengan klasifikasi kelasnya nanti. Masing-masing joki, beban dasarnya sudah ditentukan dengan aturan pacuan di PP Pordasi Indonesia. Makanya hari ini, kami selaku pelaksana teknis menyinkronkan aturan dengan kondisi terkini dari joki-joki yang akan naik pada pacuan besok,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan, sesuai dengan aturan, batas kelebihan beban dasar joki hanya boleh 2 kg. Itu harus disertai dengan surat perjanjian atau pernyataan dari joki dan diketahui oleh pelatih, serta pemilik kuda bahwa joki mengalami kelebihan beban dasar.
“Apabila joki yang memiliki berat badan atau beban dasar yang mengalami kelebihan sesuai atau melebihi batas yang ditentukan, apapun risiko yang timbul, baik itu dari si joki maupun kuda yang ditunggangi, akan menjadi tanggung jawab penuh pelatih dan pemilik kuda sesuai dengan surat pernyataan yang disetujui sebelumnya,” terangnya.
Selain itu, Maidison juga menyarankan, bagi joki yang mengalami kelebihan beban dasar setelah melakukan timbang masuk, untuk tidak melanjutkan pacuan dan diganti dengan joki lain yang beban dasarnya sesuai. Karena apabila beban dasar joki melebihi batas, akan mengurangi performa kuda dan bisa menimbulkan kecelakaan saat berpacu.
(tia/arb)
Exit mobile version