Jawa TengahKesehatan

Antisipasi DBD, Warga Bojong Krandegan Fogging Lingkungan

310
Warga Bojong Krandegan Fogging Lingkungan. (f/m. taufik)

Purworejo, MJNews.id – Di tengah cuaca musim penghujan dan kekhawatiran pandemi covid-19 masih terus mengancam dengan varian baru, Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mewaspadai penyakit lain yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.
Salah satu penyakit yang diwaspadai yaitu Demam berdarah dengue (DBD) yang telah menyerang 9 orang di satu wilayah tepatnya di RT 01 RW 03 Pedukuhan Bojong Kulon.
Oleh karena itu, Pemdes bekerjasama dengan DKK melalui Puskesmas Bayan melakukan fogging atau pengasapan dengan insektisida untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Hal itu untuk mencegah penyebaran/penularan penyakit DBD, Minggu 20 Maret 2022.
Berawal dari laporan warga yang adanya beberapa orang yang terjangkit DBD, dan juga keluhan dari berbagai pihak termasuk Pondok Pesantren Nurul Wahid yang mengeluhkan banyaknya nyamuk di sekitar lingkungan pondok.
KH Syaifudin Pengasuh pondok pesantren menjelaskan adanya satu santri dan 8 orang sekitar pondok yang menderita sakit DBD dan mengeluhkan banyaknya nyamuk di lingkungan RT 01 RW 03.
Menurutnya, keluhan dan informasi datang dari santri yang menyampaikan bahwa, saat belajar, mendapatkan banyak nyamuk dan juga mendapati nyamuk bercorak hitam putih yang dikhawatirkan itu nyamuk betina Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang membawa virus dengue.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Krandegan, Dwi Nanto yang ditemui di lokasi fogging.
Dwi Nanto menyampaikan, adanya laporan tentang seringnya warga Bojong mendapatkan nyamuk berkeliaran, laporan juga datang dari salah satu pengurus Pondok yang melaporkan adanya nyamuk yang masuk pada asrama santri putri.
Setelah banyaknya informasi dan keluhan di lingkungan Pedukuhan Bojong dan lingkungan Pondok, Kepala Desa Krandegan berkoordinasi dengan Puskesmas Bayan dan dilanjutkan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten dilakukan fogging di lingkungan RT 01 RW 03 sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue.
Fogging dilakukan Pedukuhan Bojong Kulon dan di sekitar Pondok Pesantren baik tempat parkir mobil, motor, lahan pohon bambu, kamar mandi yang dinilai menjadi sarang nyamuk.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB didampingi oleh Kepala Puskesmas Bayan, Trio Darmaji dan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Hariyanto.
Menurut Trio Darmaji, fogging di laksanakan berkat inisiasi warga dengan menghubungi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Puskesmas Bayan.
Fogging tidak memutus mata rantai nyamuk penyebar DBD, namun diharapkan dapat meminimalisasi penyebaran nyamuk. Walaupun fogging telah dilaksanakan, namun diharapkan tetap diperlukan dukungan, kerja sama, dan peran aktif dari semua pihak untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan di saat pandemi ini.
(Fix)
Exit mobile version