Pengawasan orangtua
Peranan sekolah dalam mengatasi siswa pacaran memang tak banyak. Sebab, persoalan itu orangtua yang lebih berperan karena siswa itu pacaran kerapkali dilakukan di luar jam sekolah atau pulang sekolah.
Sekolah memberikan pemahaman kepada siswa tentang nilai atau norma yang harus ditaatinya dalam pergaulan. Di samping itu, berpacaran masih bisa dimaklumi tetapi dalam batas-batas yang wajar dan tak melanggar aturan agama dan kesusilaan.
Dalam ini, PIK Remaja di sekolah lebih diperankan untuk mengatasi persoalan remaja yang timbul. PIK Remaja bersama guru Bimbingan Konseling memberikan peranan dalam mengatasi persoalan itu.
Sekolah lebih pada memberikan pemahaman tentang dampak berpacaran yang melanggar aturan. Selanjutnya, pengawasan intensif dilakukan oleh orangtua.
Di samping itu, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan orangtua bila melihat ada sesuatu persoalan terhadap siswanya yang berkaitan dengan persoalan asmara.
Pihak sekolah juga memberikan pemahaman lebih dalam lagi akibat dari pergaulan bebas yang dimulai dari pacaran tersebut.
(*/eds)
