BeritaKemensosNasionalPendidikan

Sekolah Rakyat Gaet Teknologi Canggih untuk Asah Potensi Anak Bangsa

363
Mensos Saifullah Yusuf
Mensos Saifullah Yusuf berikan keterangan kepada wartawan. (f/humas)

Mjnews.id – Menteri Sosial atau Mensos Saifullah Yusuf bersama Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M. Nuh, dan Pendiri ESQ Corp. Ary Ginanjar, mengunjungi simulasi perdana Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta Timur, pada Rabu 9 Juli 2025.

Kunjungan ke simulasi Sekolah Rakyat ini, menandai dimulainya uji coba operasional sekolah rintisan yang fokus pada pemerataan akses pendidikan bagi kaum dhuafa.

ADVERTISEMENT

Mensos sapaan akrabnya Gus Ipul menjelaskan bahwa simulasi 24 jam ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan tes DNA, yang disediakan gratis oleh Ary Ginanjar.

“Tes DNA ini adalah semacam aplikasi berbasis AI yang sudah dilatih untuk mengetahui kemampuan siswa,” terang Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkap, alat ini akan mempercepat identifikasi minat dan bakat siswa, sehingga memudahkan guru dalam mengarahkan pembelajaran.

Hasil tes kesehatan akan ditindaklanjuti bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan. Siswa yang terdeteksi memiliki penyakit menular akan mendapatkan perawatan hingga sembuh, dan dapat kembali ke sekolah setelah pulih.

“Ini sesuai arahan Presiden,” tegas Gus Ipul, sembari memohon doa restu agar simulasi Sekolah Rakyat berjalan lancar.

Hasil evaluasi simulasi akan menjadi bahan persiapan untuk memulai proses belajar mengajar di 63 titik Sekolah Rakyat pada 14 Juli mendatang. Sebanyak 37 titik lainnya akan menyusul beroperasi akhir Juli setelah sarana dan prasarana siap.

Wakil KSP M. Qodari menyebut program Sekolah Rakyat sebagai “ajaib” karena berpotensi mengubah masa depan anak-anak dari desil 1 dan 2 ekonomi terbawah.

“80 persen orang tua mereka lulusan SD, maksimal SMP. Ini menjadi konsen Presiden Prabowo agar anak-anak tidak mengalami nasib yang sama,” ujarnya.

Exit mobile version