OlahragaKabupaten Dharmasraya

Rivalitas Panas Antar Nagari Siap Mengguncang Dharmasraya Champions League 2026

14
×

Rivalitas Panas Antar Nagari Siap Mengguncang Dharmasraya Champions League 2026

Sebarkan artikel ini
Pembagian zona Dharmasraya Champions League 2026
Pembagian zona Dharmasraya Champions League 2026. (f/ist)

Mjnews.id – Pembagian delapan zona dalam ajang Dharmasraya Champions League (DCL) 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan sengit antar klub nagari. Turnamen tarkam terbesar di Sumatera Barat itu bukan hanya mempertemukan tim-tim dengan basis suporter kuat, tetapi juga mempertemukan rival lama yang selama ini kerap bentrok dalam berbagai turnamen sepakbola lokal.

Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dharmasraya, H. Reno Lazuardi menyebutkan, di Pulau Punjung, Sabtu (16/05/2026), kompetisi yang akan kick off pada 6 Juni 2026 tersebut merupakan program unggulan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni.

ADVERTISEMENT

Pembagian zona Dharmasraya Champions League

Setiap zona akan memperebutkan dua tiket menuju babak 16 besar yang akan digelar di Gelanggang Olahraga Dharmasraya, Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.

Zona 1 diprediksi langsung menghadirkan tensi tinggi. Silago, Sungai Kambut, dan Gunung Selasih dikenal sebagai tim dengan karakter permainan cepat dan keras, ditambah dukungan suporter fanatik yang selalu memenuhi lapangan. Status Sungai Kambut sebagai tuan rumah diyakini menjadi keuntungan tersendiri dalam perebutan tiket lolos.

Sementara itu, Zona 2 disebut-sebut sebagai “zona neraka”. IV Koto Pulau Punjung, Sikabau, Sungai Dareh, dan Gunung Medan merupakan klub-klub tradisional yang sarat pengalaman dan memiliki sejarah rivalitas panjang. Atmosfer pertandingan di kawasan Pulau Punjung diperkirakan menjadi salah satu yang paling panas dan ramai penonton.

Persaingan tak kalah menarik juga tersaji di Zona 3. Sitiung, Sungai Duo, Timpeh, dan Taratak Tinggi hadir dengan kekuatan yang relatif merata. Zona ini dinilai menarik karena mempertemukan nagari-nagari dengan perkembangan sepakbola yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor stamina dan kedalaman skuad diprediksi menjadi penentu.

Di Zona 4, aroma persaingan antar kampung juga dipastikan terasa kuat. Padang Laweh, Batu Rijal, Muaro Sopan, hingga Sungai Langkok dikenal memiliki tradisi sepakbola yang hidup di tengah masyarakat. Bermain di hadapan basis suporter militan dipastikan membuat setiap pertandingan berlangsung penuh tensi.

Perhatian publik di Zona 5 diprediksi tertuju pada Tiumang dan Koto Salak yang selama ini dikenal sebagai gudang talenta muda. Namun Pulau Mainan dan Simalidu diyakini tidak akan tinggal diam. Zona ini diperkirakan menghadirkan permainan cepat, agresif, dan atraktif.

Di Zona 6, Koto Baru yang bertindak sebagai tuan rumah dipandang sebagai salah satu favorit. Meski demikian, persaingan dengan Ampang Kuranji, Sialang Gaung, dan Koto Tinggi dipastikan tidak mudah. Keseimbangan kekuatan antar tim membuat zona ini sulit diprediksi.

Zona 7 diperkirakan menjadi panggung rivalitas kawasan Koto Besar. Koto Besar, Bonjol, hingga Kurnia Selatan memiliki sejarah panjang dalam turnamen sepakbola nagari. Atmosfer pertandingan di zona ini diprediksi menjadi salah satu yang paling meriah sepanjang kompetisi berlangsung.

Sementara itu, Zona 8 disebut sebagai wilayah para kuda hitam. Sungai Rumbai, Sungai Rumbai Timur, Sinamar, dan Lubuk Besar dinilai memiliki potensi besar menciptakan kejutan. Dengan karakter permainan terbuka, zona ini diprediksi menghadirkan banyak gol dan laga dramatis.

Dharmasraya Champions League 2026 ajang hiburan rakyat terbesar

Secara keseluruhan, Dharmasraya Champions League 2026 bukan sekadar turnamen sepakbola. Kompetisi ini menjadi ajang membangkitkan semangat kebersamaan, mempererat rivalitas positif antar nagari, sekaligus menjadi hiburan rakyat terbesar di Dharmasraya tahun 2026. Selain itu, perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi pertandingan juga diyakini akan ikut bergerak selama kompetisi berlangsung.

(sutan)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT