Kota TanjungpinangOlahraga

Atlet Muda Tanjungpinang Chrystal Evelyn Djie dan Emily Olbivia Ferigno Sabet Medali di Eng An Kiong Wushu Championship 2026 di Malang

19
Penyambutan Atlet muda Tanjungpinang usai berlaga di Eng An Kiong Wushu Championship 2026 di Malang, Jawa Timur
Penyambutan Atlet muda Tanjungpinang usai berlaga di Eng An Kiong Wushu Championship 2026 di Malang, Jawa Timur. (f/pemko)

Usep mengatakan, Wushu Kepri diharapkan tidak hanya kembali meloloskan atlet ke PON 2028 di NTB–NTT, tetapi juga meningkatkan prestasi dibandingkan keikutsertaan sebelumnya.

Untuk mencapai target tersebut, kata dia, diperlukan sinergi antara pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan KONI Kepri.

ADVERTISEMENT

Wakil Ketua Umum Pengprov Wushu Kepri, Rudi, turut mengapresiasi perjuangan seluruh atlet. Ia menyebut raihan 15 emas, 17 perak, dan tujuh perunggu menjadi modal untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pembinaan.

“Medali yang diraih patut kita syukuri, tetapi pekerjaan pembinaan masih panjang. Atlet harus tetap disiplin berlatih, pelatih terus mengevaluasi kekurangan, dan pengurus berupaya memberikan dukungan agar kemampuan mereka semakin meningkat,” ujar Rudi.

Sementara itu, Harlianto menegaskan bahwa pembinaan Wushu Kepri akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Para atlet didorong mengikuti berbagai kejuaraan untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan teknik dan mental.

“Target kami bukan hanya mendapatkan medali dalam satu kejuaraan. Kami ingin pembinaan Wushu Kepri terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” katanya.

Dalam kontingen Wushu Kepri, terdapat pula sejumlah atlet asal Surabaya yang telah melakukan mutasi ke Kepri, yakni Adara Widad Bashirah, Janice Joyce Prayogo, Eleanor, Kimiko, Victoria Gabriela, dan Rafka Kaka Ibrahim.

Selain itu, Matthew Jordan dan Orcyda Tsabita menjalani penampilan perdana pada nomor Wushu Taolu. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan kemampuan mereka pada kejuaraan berikutnya.

Harlianto mengatakan, pengalaman dari kejuaraan nasional di Malang akan menjadi bahan evaluasi dalam mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang lebih tinggi, termasuk seleksi menuju PON 2028 di NTB–NTT.

“Kami tentu berharap Wushu Kepri kembali bisa meloloskan atlet ke PON 2028. Kalau nanti mendapatkan kesempatan tampil, kami ingin atlet tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi juga mampu memperbaiki prestasi. Karena itu, persiapannya harus dilakukan sejak sekarang,” kata Harlianto.

Pembinaan tersebut akan diarahkan pada peningkatan teknik, fisik, mental bertanding, kualitas pelatih, serta pemberian kesempatan bertanding secara berkelanjutan agar atlet Wushu Kepri semakin siap menghadapi persaingan di tingkat regional maupun nasional.

(*/isb)

Exit mobile version