![]() |
| Sekretaris DPC PWRI, Dana Sukarno bersama Pembalap Wanita Kebumen, Anggi Irma Sagita. (f/ist) |
Kebumen, MJNews.id – Terkait dengan adanya event Kawahara Drag Bike IDC seri pertama di tahun 2022 yang diselenggarakan di Kabupaten Kebumen pada 21-22 Mei 2022 yang diikuti oleh pembalap-pembalap dari wilayah Jawa Tengah maupun luar Jawa Tengah menjadikan Kebumen mengikutsertakan salah satu pembalap wanita terbaiknya yakni Anggi Irma Sagita ikut turun di kelas 130 cc briket 8 detik dan 200 cc.
Dalam menghadapi event drag bike Kawahara IDC seri pertama ini, Anggi mendapatkan dukungan langsung dari dermawan asal Gombong Sulistyo Widodo serta Sekretaris DPC PWRI wilayah Kebumen, Dana Sukarno untuk mempersiapkan diri turun di kelas 200 cc.
Sayang dalam penyisihan di kelas 200 cc yang berlangsung sabtu (21/05/2022), Anggi Irma Sagita yang menggunakan motor matic tidak mampu menyelesaikan penyisihan dikarenakan Anggi kehilangan kendali menyebabkan dirinya harus tersungkur saat start baru dimulai dan tidak mampu melanjutkan event di kelas 130 cc braket 8 detik yang dihelat pada Minggu (22/05/2022).
Melihat Anggi yang tersungkur saat balapan, dengan sigap tim kesehatan dari PMI langsung memberikan pertolongan pertama dan selanjutnya Anggi dibawa menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan langsung dari pihak rumah sakit.
Anggi saat dijumpai awak media di rumah sakit terlihat terpukul dengan kejadian dirinya tidak mampu menyelesaikan penyisihan 200 cc event drag bike IDC seri pertama yang diselenggarakan di rumah sendiri.
Kepada awak media, Anggi yang tercatat sebagai warga Desa Tunjungseto menyampaikan permintaan maafnya kepada bapak Sulistyo Widodo selaku orang yang mensupport langsung dirinya pada kususnya dan masyarakat Kebumen pada umumnya dikarenakan dirinya dalam event drag bike Kawahara IDC seri pertama ini harus mengahiri event lebih awal.
Kepada awak media, Anggi menyampaikan jika motor yang ia tunggangi bukanlah motor yang biasa ia gunakan, melainkan motor dari tim lain.
Anggi juga menambahkan, sebenarnya dirinya sudah mempersiapkan diri dengan baik mulai dari tes motor yang akan ia gunakan saat itu, tetapi dia tidak tahu tiba-tiba motor yang akan digunakan buat turun di kelas 200 cc mati, menjadikan tim menurunkan motor lainnya.
“Sedangkan motor yang diturunkan sebagai pengganti, tidak memungkinkan melakukan uji coba saat turun menggunakan motor pengganti itu belum mengenal karakter motor,” ucapnya.
Anggi juga tidak lupa menympaikan harapannya kepada masyarakat kebumen untuk mendoakan dirinya agar lekas sembuh dan pulih kembali agar nantinya dirinya dapat mengikuti event-event drag bike yang akan datang.
Dana Sukarno menyayangkan Anggi harus tersisih di babak penyisihan kelas 200 cc karena Anggi adalah satu-satunya pembalap wanita yang mewakili Kabupaten Kebumen dan menjadi andalan Kebumen di kelas 200 cc maupun di kelas 130 cc braket 8 detik.
Dana menambahkan, semoga nantinya di event-event berikutnya Anggi dapat mempersiapkan diri kembali termasuk dengan lebih dulu mengenali karakter montor sebelum turun langsung.
Selain itu, Dana juga mengapresiasi dengan keberanian Anggi untuk menggeluti dunia olah raga balap motor yang menjadikan dirinya satu-satunya pembalap wanita yang mewakili Kebumen di event drag bike Kawahara IDC seri pertama.
Sulistyo Widodo selaku pembina Anggi di dunia balap motor saat dijumpai awak media di sela-sela dirinya menjenguk Anggi di rumah sakit menyampaikan motivasinya terhadap Anggi agar lekas sembuh dan dapat kembali beraktivitas untuk mempersiapkan event-event selanjutnya.
“Semoga kejadian di event ini nantinya bisa menjadikan mental semangat bertanding anggi lebih kuat lagi dan nantinya anggi dapat menggapai impian dan cita-citanya mengukir prestasi baik di kejuaraan drag bike tingkat Provinsi maupun drag bike di tingkat Nasional,” pungkas adik kandung Kapolda Sultra itu.
(Dana)
