Opini

Praktek Kebijakan Dua Arah Dapat Mensukseskan Mudik Aman Keluarga Nyaman

837
Jasra Putra
Jasra Putra. (f/ist)

Belum lagi bila kehilangan fungsi tubuh akibat kecelakaan. Maka akan menambah angka kerentanan, kemiskinan, yang menyebabkan rentan kekerasan, tertinggal dan kehilangan hak serta akses layanan dari dampak panjang yang harus diterima.

Untuk itu sangat penting fungsi Hotline Pusat Informasi Transportasi yang beroperasi 24 jam yang telah di sediakan pemerintah, untuk memastikan segala informasi dapat dipertanggungjawabkan, agar situasi padat ini ada yang memimpin dengan baik. Sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Seperti bagaimana pemantauan cuaca oleh BMKG, laporan titik titik kepadatan, perhatian rute tertentu pada jam jam kritis.

ADVERTISEMENT

Kita tahu semua kabar kebahagiaan ini, tidak terlepas dari ancaman di perjalanan, yang bisa datang ke siapa saja, tanpa pilih kasih. Untuk itu penting kewaspadaan, menyiapkan segala hal dengan baik sebelum mudik. Penyebab utama kecelakaan adalah faktor manusia (human error), faktor kondisi alat transportasi, kemudian kondisi infrastruktur pendukung transportasi, fasilitas pendukung lainnya yang tidak layak dan penggunaan alat komunikasi saat berkendara, juga memaksa beraktivitas lainnya sambil mengemudi.

Mengimbau para orang tua, yang membawa anak dengan perjalanan panjang mudik, agar merencanakan dan menyediakan beberapa fasilitas. Seperti mempersiapkan kebutuhan anak selama perjalanan. Tentunya sama seperti kebutuhan di rumah, hanya sekarang berganti dengan aktivitas di kendaraan. Jadi tentu kebutuhan yang biasa di pakai, dikonsumsi harus dibawa. Ditambah dengan obat-obatan standar.

Umumnya standar keamanan publik, sebenarnya untuk mencegah kejahatan atau niat buruk, ada pengumuman dari pihak jasa layanan, yang diumumkan secara langsung sebelum alat transportasi menempuh perjalanan, tentang ketegasan bila merasa tidak nyaman di transportasi segera hubungi nomor yang ditentukan dan setiap tindakan yang mengganggu sesama penumpang akan mendapatkan sanksi. Sehingga pengumuman ini dapat saling menjaga semua penumpang.

Kalau di dunia anak di sebut safe child guarding, jadi ada standar mengurangi ancaman di sekitar anak, seperti tidak sendirian bersama anak, membawa anak ke tempat sepi, melakukan ancaman atau tekanan psikologis karena kelemahan anak, mengurangi hal hal di sekitar yang dapat mengurangi unsur keselamatan anak dan membacakan pengumuman secara langsung, bahwa di sekitar mereka ada yang membantu bila terjadi ketidaknyamanan, seperti ada gangguan dari penumpang lain, atau kekerasan dengan menghubungi nomor tertentu. Begitu juga ruang yang aman dan nyaman melapor. Yang bisa disediakan dengan nomor telepon atau petugas standby.

Bicara kepadatan, juga penting mengantisipasi agar tidak dimanfaatkan oknum-oknum bertanggung jawab, seperti kejahatan, kekerasan dan kekerasan seksual. Pihak penyelenggara transportasi hendaknya sudah menyiapkan rujukan yang tepat, terukur dan cepat.

Nah apakah setelah terjadi, kemudian mendapat rujukan dan respon. Makanya di mudik tahun lalu KPAI menekankan rujukan layanan anak benar benar harus aktif selama 24 jam, misal jangan sampai ketika di kontak offline. Salah satu yang bisa diakses hotline 24 jam untuk kekerasan anak dan perempuan adalah Hotline SAPA 129 dn WA SAPA 08111 129 129 atau nomor pengaduan Komisi Perlindungan Anak Indonesia di nomor pengaduan WA KPAI: 0811-1002-7727.

Untuk itu, tren kebijakan yang direspon afirmasi dua arah ini, menjadi praktek baik yang diharapkan menjadi pola rutin ke depan, kalau perlu menjadi kebijakan. Agar penyelenggaraan mudik semakin baik setiap tahun. Dan tentu saja akan membawa kenyamanan juga untuk keluarga yang artinya akan menjadi Mudik yang benar benar ramah untuk anak anak.

Penulis, Wakil Ketua KPAI

(*)

Exit mobile version