Mjnews.id – Senator DPD RI asal DKI Jakarta, Prof. H. Dailami Firdaus, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Komite III DPD RI, memimpin delegasi dalam kunjungan kerja ke Finlandia untuk melakukan studi referensi terhadap sistem jaminan sosial nasional.
Kunjungan ini bertujuan menggali praktik terbaik (best practices) dari model welfare state Finlandia yang telah lama diakui sebagai salah satu sistem kesejahteraan sosial terbaik di dunia.
Dailami Firdaus menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar RI di Finlandia, Ibnu Wahyutomo beserta jajaran KBRI atas sambutan hangat dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Adapun delegasi komite bersama ke Finlandia lainnya adalah: Sewitri, S.E., M.Sos., apt. Destita Khairilisani, H. Dedi Iskandar Batubara, H. Abdi Sumaithi, H. Al Hidayat Samsu, dr. Maria Stevi Harman, dr. Ratu Tenny Leriva, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, Muhammad Rifki Farabi, Aji Mirni Mawarni, Lia Istifhama, Agita Nurfianti, H. Zuhri M. Syazali, dan Habib Zakaria Bahasyim.
Selama kunjungan, delegasi Komite III DPD RI memperoleh informasi mendalam dari berbagai kementerian dan lembaga di Finlandia mengenai desain kebijakan, pembiayaan, serta integrasi teknologi dalam layanan sosial.
Dialog juga dilakukan dengan diaspora Indonesia yang bekerja dan belajar di Finlandia untuk mendapatkan perspektif lapangan.
Menurut Dailami Firdaus, sistem jaminan sosial di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjangkau pekerja informal, pekerja digital, dan kelompok rentan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan reformasi agar sistem yang ada lebih adaptif terhadap perubahan struktur ketenagakerjaan global yang makin fleksibel dan terdigitalisasi.
Dalam pertemuan dengan lembaga riset kesehatan KEUSOTE lembaga kesejahteraan Finlandia (THL – Finnish Institute for Health and Welfare), para delegasi memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kebijakan sosial yang mencakup layanan kesehatan universal, pendidikan gratis hingga jenjang doktoral, perlindungan sosial bagi anak-anak, pengangguran, hingga lansia.
“Finlandia menunjukkan kepada kita bahwa keberhasilan sistem jaminan sosial tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan yang bagus, tetapi juga oleh komitmen terhadap transparansi, keadilan, dan keterlibatan masyarakat,” ujar Prof. Dailami Firdaus.
