Mjnews.id – Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) Kembali menggelar kegiatan seni dan prakarya yang mengangkat tema “Maju dengan Karya, Tumbuh dengan Berbudaya”. Pagelaran ini dilaksanakan selama dua hari, yakni dimulai dari tanggal 29-30 Mei 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula UPP III PGSD FIP UNP yang terletak di Bandar Buat dengan fasilitas Aula yang sudah sangat lengkap. Pagelaran ini diikuti oleh mahasiswa Angkatan 2022 dari Departemen PGSD.
Kegiatan ini mengusung dua bentuk karya utama, yaitu Tari Kreasi yang ditujukan sebagai karya seni edukatif untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD), serta Prakarya berupa kreasi busana dari bahan daur ulang yang memadukan unsur kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kedua kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang pengembangan bakat dan keterampilan mahasiswa, tetapi juga sebagai bentuk persiapan praktis untuk profesi mereka kelak sebagai guru di tingkat dasar.
Sebagai penanggung jawab dan pembimbing kegiatan pagelaran ini, yaitu menghadirkan dosen-dosen yang berkompeten di bidang seni dan prakarya, yakni Hana Shilfia Iraqi, M.Pd, yang bertindak sebagai koordinator acara; Fikhen Tri Wulandari, M.Pd dan Serly Safitri, M.Pd yang membimbing bidang tari dan prakarya; serta Dr. Etri Wahyuni, M.Pd, Afriza Media, S.Pd, M.Pd, dan Salmaini Safitri Syam, M.Pd yang fokus membina kreativitas prakarya mahasiswa.
Dalam sambutannya, Hana Shilfia Iraqi, M.Pd menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan bekal kompetensi praktis kepada mahasiswa calon guru SD.
“Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menyelenggarakan pagelaran seni dan prakarya yang berkualitas. Dengan demikian, mereka siap menerapkan kemampuan ini di lapangan saat mengajar nanti, khususnya dalam membangun kreativitas dan karakter siswa SD melalui seni dan karya tangan,” ungkapnya.
Prof. Dr. Hj. Yanti Fitria, M.Pd., selaku Kepala Departemen PGSD FIP UNP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata visi departemen dalam mencetak guru SD yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga kreatif dan inovatif.
“Pagelaran seni dan prakarya ini bukan sekadar ajang apresiasi, tetapi juga sarana pembelajaran experiential learning yang mengasah kemampuan praktis mahasiswa. Kami melihat potensi besar dalam menjadikan kegiatan ini sebagai sumber pendapatan alternatif (income generating) yang mendukung keberlanjutan program pengembangan mahasiswa dan pengabdian masyarakat,” ujar Prof. Yanti.
Lebih lanjut, Prof. Yanti menekankan bahwa pengembangan produk busana dari bahan daur ulang merupakan wujud komitmen departemen terhadap pendidikan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, yang selaras dengan konsep green campus.












