Sementara itu, Pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan, Prof. Dr. Afdal, M.Pd., Kons., selaku Dekan FIP UNP menyambut positif inisiatif ini sebagai salah satu strategi fakultas dalam meningkatkan reputasi akademik dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Kegiatan seni dan prakarya ini sangat strategis karena selain memperkuat kompetensi mahasiswa, juga membuka peluang ekonomi yang dapat memberdayakan mahasiswa dan komunitas sekitar. UNP sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan,” kata Prof. Afdal.
Prof. Afdal berharap agar pagelaran ini dapat menjadi program rutin yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga mengakomodasi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah dasar dan komunitas seni di daerah.
Pagelaran Tari Kreasi yang disajikan merupakan hasil rancangan mahasiswa yang ditujukan untuk anak-anak usia sekolah dasar. Tarian ini tidak sekadar pertunjukan seni, namun dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karakter anak melalui pendekatan budaya yang menyenangkan dan edukatif.
Tarian ini tidak sekadar pertunjukan seni, namun dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan karakter anak melalui pendekatan budaya yang menyenangkan dan edukatif. Sementara itu, prakarya busana dari bahan daur ulang menampilkan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang ramah lingkungan, sekaligus mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan kepada masyarakat luas.
Selain sebagai ajang pengembangan keterampilan mahasiswa, kegiatan ini juga membuka peluang bagi Universitas Negeri Padang untuk dijadikan Income Generating atau sumber pendapatan alternatif.
Dengan semakin tingginya minat masyarakat dan sekolah terhadap kegiatan seni edukatif dan prakarya kreatif, UNP dapat memfasilitasi penyelenggaraan pagelaran serupa secara berkala dan berbayar, baik untuk kalangan sekolah dasar, komunitas seni, maupun institusi pendidikan lainnya.
Selanjutnya, karya prakarya berbasis bahan daur ulang ini memiliki potensi komersial yang signifikan. Produk-produk hasil kreasi mahasiswa dapat dipasarkan sebagai bagian dari program pengembangan ekonomi kreatif yang mendukung konsep green campus dan sustainability.
Dengan demikian, PGSD FIP UNP tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengajaran, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta maupun pengunjung. Partisipasi aktif mahasiswa dalam proses persiapan dan pelaksanaan pagelaran ini menjadi indikator keberhasilan program yang dapat menjadi model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
(hms/eds)
