Perjalanan pemulihan mental murid SD Negeri 05 Kayu Pasak menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya membangun kembali gedung sekolah. Membangun kembali kondisi mental dan rasa aman anak-anak adalah fondasi utama agar mereka dapat melanjutkan masa depan dengan lebih kuat dan penuh harapan.
Seiring berjalannya waktu, perubahan positif mulai terlihat. Anak-anak tampak lebih ceria, berani berpendapat, dan aktif dalam kegiatan belajar. Meski trauma tidak serta-merta hilang, benih-benih resiliensi mulai tumbuh dalam diri murid SD Negeri 05 Kayu Pasak.
Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Melalui Program Mahasiswa Berdampak, BEM KM Unand menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya dalam menjaga kesehatan mental dan psikososial generasi muda.
Dari trauma menuju harapan, perjalanan pemulihan di SD Negeri 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia menjadi bukti bahwa kepedulian, kolaborasi, dan pendekatan yang tepat mampu membantu anak-anak bangkit dan kembali menatap masa depan dengan optimisme.
(*)
