Mjnews.id – Bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Agam, termasuk Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Kerusakan lahan pertanian serta terganggunya aktivitas produksi pangan menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat pasca bencana. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dan pendekatan baru yang dapat membantu masyarakat untuk kembali bangkit serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Melihat kondisi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM UNAND) melalui Program Mahasiswa Berdampak menghadirkan sebuah inisiatif berupa pengembangan pertanian hidroponik di Nagari Salareh Aia, pada Sabtu 7 Maret 2026.
Program ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif dalam kegiatan bercocok tanam yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta tidak bergantung sepenuhnya pada kondisi tanah yang terdampak bencana.
Pemanfaatan lahan terbatas dengan hidroponik di Nagari Salareh Aia
Hidroponik dipilih sebagai metode yang tepat karena mampu memanfaatkan lahan yang terbatas dengan hasil produksi yang relatif cepat dan berkualitas.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya membangun instalasi hidroponik sederhana bersama masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi terkait teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen. Kegiatan ini dilakukan secara partisipatif agar masyarakat dapat memahami dan menerapkan teknologi pertanian tersebut secara mandiri.
Selain menjadi sarana pemulihan ketahanan pangan, program hidroponik ini juga membuka peluang baru bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Hasil panen sayuran hidroponik seperti selada dan pakcoy memiliki nilai jual yang cukup baik serta dapat dipasarkan secara lokal.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Nagari Salareh Aia dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai teknologi pertanian modern sekaligus memiliki alternatif sumber pangan dan pendapatan pasca bencana.
Program Mahasiswa Berdampak BEM KM UNAND menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan solusi inovatif dalam membangun ketahanan pangan serta mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi di daerah terdampak bencana.
(*)
