BeritaKabupaten DharmasrayaPendidikan

Kabut Asap Memburuk: Lindungi Anak Sekolah, Bupati Dharmasraya Berlakukan PJJ

19
Pantauan hotspot Karhutla di Pulau Sumatera
Pantauan hotspot Karhutla di Pulau Sumatera per Senin 5 Oktober 2026. (f/pemkab)

Mjnews.id – Keselamatan anak-anak sekolah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di tengah kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap, Senin (5/10/2026).

Tak ingin peserta didik terpapar udara yang tidak sehat, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menginstruksikan Dinas Pendidikan mengambil langkah cepat. Sekolah diminta memulangkan siswa lebih awal pada Senin dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

Kebijakan tersebut menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru serta tenaga kependidikan, sembari memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

Instruksi Bupati itu kemudian ditindaklanjuti Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya melalui Surat Edaran Nomor: 400.3/2601/Disdik-2026 tertanggal 5 Oktober 2026.

Dalam surat tersebut, seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP diminta melaksanakan PJJ pada Selasa dan menghindari kegiatan pembelajaran di luar ruangan.

Langkah cepat itu diambil setelah kualitas udara Dharmasraya kembali berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Senin pukul 10.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 113, dengan Air Quality Index (AQI) 159, yang masuk kategori tidak sehat.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi ketika hotspot di wilayah Dharmasraya terpantau nihil. Namun, pantauan SiPongi Karhutla menunjukkan sejumlah wilayah sekitar atau daerah tetangga masih memiliki hotspot yang berpotensi menjadi sumber asap dan memengaruhi kualitas udara di Dharmasraya.

Di tengah kondisi itu, pemerintah daerah memilih tidak mengambil risiko terhadap kesehatan anak-anak.

Melalui surat edaran tersebut, sekolah juga diminta memastikan siswa yang dipulangkan lebih awal pada Senin langsung kembali ke rumah masing-masing. Untuk PJJ, satuan pendidikan diminta menyesuaikan materi, tugas dan aktivitas belajar dengan kemampuan serta kondisi peserta didik.

Bukan berarti sekolah berhenti belajar. Pemerintah daerah justru meminta proses pendidikan tetap berjalan dengan pola yang lebih aman.

Bagi sekolah yang tengah melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS), jadwal ujian diminta disesuaikan kembali dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan kualitas udara.

Exit mobile version