Ia menjelaskan, bantuannya bervariasi sesuai dimana mereka kuliah. Dirincikan, dalam Sumbar Rp750.000 per orang, Sumatera Rp1 juta per orang dan luar Sumatera Rp1.250.000 per orang.
“Mereka yang menerima bantuan ini telah melewati berbagai seleksi seperti administrasi, verifikasi lapangan dan penetapan penerima,” terangnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya data yang masuk jadi calon penerima bantuan ini sebanyak 470 proposal.
Namun, setelah seleksi administrasi yang lolos sebanyak 375 orang. Kemudian dilakukan verifikasi lapangan bersama tim Baznas Agam, dan ditetapkan sebagai penerima 117 orang.
“Penerima ini diseleksi karena harus memenuhi kriteria seperti cerdas, berasal dari keluarga kurang mampu dan anak yatim atau piatu,” kata Isra.
Ia pesankan, bantuan biaya hidup ini diberikan sampai 4 tahun atau sampai tamat kuliah.
“Tapi bagi mereka yang IP-nya di bawah 3, bantuan tidak bisa dilanjutkan,” tukasnya.
Bantuan biaya hidup ini katanya, berasal dari pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Baznas Agam dan BUMN/BUMD.
(amc/jef)
