Wamen juga menanyakan perihal fasilitas pendampingan penyelenggara UM PTKIN kepada peserta difabel yang mengikuti ujian. Dijelaskan oleh salah satu panitia nasional, Undang bahwa Pesesta difabel mendapatkan fasilitas pendampingan selama mengikuti ujian, mereka akan mengikuti ujian di ruang terpisah dari peserta lainnya, dipandu ke ruang ujian dan didampingi oleh dua orang pendamping, satu pendamping bertugas membacakan soal ujian dan satu pendamping lagi bertugas membantu mengisikan jawaban dari peserta difabel tersebut, terang Undang.
“Saya ingin mengingatkan kembali pesan Menteri Agama (Yaqut Cholil Qoumas) bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaring putra putri terbaik bangsa agar nantinya bisa melanjutkan pendidikannya di PTKIN,” Kata Zainut
Wakil Menteri Agama mengapresiasi semua Rektor dan tim Panitita Nasional dan Panitia lokal UM PTKIN yang telah menyiapkan kegiatan ini dengan baik. Sebanyak 1.461 peserta UM PTKIN di UIN Imam Bonjol Padang
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati didampingi segenap jajarannya juga ikut memantau pelaksanaan SEE UM-PTKIN di UIN Imam Bonjol Padang. Dia berpesan kepada seluruh panlok dan pengawas ruangan untuk melakukan pengawasan secara ketat dan bertindak obyektif kepada seluruh peserta.
“Kita tidak menginginkan ada kecurangan yang mengurangi obyektifitas penilaian dalam kelulusan peserta SSE UM-PTKIN. Oleh karena itu saya meminta seluruh pengawas melakukan pemantauan dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh peserta,” pungkasnya.
(***)












