BeritaKabupaten DharmasrayaReligi

Malam ke-10 Menghangatkan Hati Warga Tiumang: Ketika Doa Jamaah dan Amanah Pemerintah Bertemu di Malam Ramadan

821
Tim IV Safari Ramadan Kabupaten Dharmasraya di Masjid Asy Syifa Jorong Suko Harjo
Tim IV Safari Ramadan Kabupaten Dharmasraya di Masjid Asy Syifa Jorong Suko Harjo. (f/sutan sari alam)

Jasman menyampaikan komitmen pembangunan yang merata mulai dari infrastruktur jalan, penguatan sektor pertanian dan UMKM, hingga peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.

Di sela-sela pidato itu, ada pesan yang lebih dalam, tentang pentingnya menjaga generasi muda dari bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan balap liar. Tentang membangun Dharmasraya tidak hanya dengan beton dan aspal, tetapi dengan akhlak dan nilai “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah”.

ADVERTISEMENT

Pesan Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, turut disampaikan melalui Sekda. Ia mengajak masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang mengelola amanah umat. Ramadan, kata beliau, bukan hanya bulan menahan lapar, tetapi momentum menyucikan harta dan hati.

Tim Safari Ramadan serahkan bantuan

Momen yang paling menyentuh terjadi ketika bantuan diserahkan secara simbolis, dana puluhan juta rupiah untuk empat nagari, tambahan dari Baznas tiga juta serta Al-Qur’an, dan tikar salat untuk masjid. Bukan semata nilai rupiahnya yang membuat jamaah terharu, tetapi makna kebersamaan di baliknya bahwa masjid kecil di sudut nagari pun diperhatikan.

Tausiah penutup oleh Ustadz H. Faisal Lubis mengikat seluruh rangkaian malam itu dalam satu pesan sederhana, jadikan Ramadan sebagai jalan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh silaturahmi demi meraih ridha Allah SWT.

Ketika tarawih usai dan jamaah mulai beranjak pulang, angin malam Tiumang berhembus lembut. Lampu masjid masih menyala, tetapi yang lebih terang adalah rasa kebersamaan yang tertinggal.

Safari Ramadan malam itu bukan hanya kunjungan. Ia adalah pengingat bahwa pembangunan yang paling kokoh bukanlah yang berdiri dari semen dan baja, melainkan yang tumbuh dari kepercayaan, kepedulian, dan doa-doa yang terangkat bersama di sepertiga malam.

Dan di Masjid Asy Syifa, malam itu, Dharmasraya terasa lebih dekat bukan karena jarak yang ditempuh, tetapi karena hati yang saling mendekat.

(Sutan)

Exit mobile version