BeritaKabupaten DharmasrayaReligi

Malam ke-10 Menghangatkan Hati Warga Tiumang: Ketika Doa Jamaah dan Amanah Pemerintah Bertemu di Malam Ramadan

820
Tim IV Safari Ramadan Kabupaten Dharmasraya di Masjid Asy Syifa Jorong Suko Harjo
Tim IV Safari Ramadan Kabupaten Dharmasraya di Masjid Asy Syifa Jorong Suko Harjo. (f/sutan sari alam)

Mjnews.id – Di malam ke-sepuluh Ramadan 1447 Hijriah, cahaya dari Masjid Asy Syifa tak hanya memantul dari lampu gantung dan saf-saf jamaah. Ia memancar dari wajah-wajah yang dipenuhi harap.

Di Jorong Suko Harjo, Nagari Tiumang, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, lantunan ayat suci berpadu dengan langkah-langkah yang datang membawa niat silaturahmi. Tim IV Safari Ramadan (TSR) Kabupaten Dharmasraya hadir bukan sekadar sebagai rombongan pejabat, tetapi sebagai tamu yang disambut seperti keluarga sendiri.

ADVERTISEMENT

Malam itu, Jumat (27/02/2026), suasana terasa berbeda. Sejak waktu berbuka menjelang, halaman masjid mulai dipenuhi masyarakat. Anak-anak berlarian kecil, para orang tua menata hidangan sederhana, dan para tokoh masyarakat saling menyapa dengan senyum hangat.

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah, Drs Jasman Rizal, didampingi anggota DPRD Poniman, Wakil Ketua III Baznas Rusmiati, serta unsur TNI-Polri dan perangkat daerah lainnya, disambut penuh kehangatan.

Namun yang paling terasa bukanlah kehadiran jabatan, melainkan hadirnya perhatian.

Buka puasa bersama menjadi awal perjumpaan yang hangat. Di atas tikar yang digelar sederhana, tak ada jarak antara pemerintah dan masyarakat. Gelas dan piring yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama, agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan untuk Dharmasraya.

Usai berbuka, rombongan dan jamaah berjalan bersama menuju saf-saf shalat Isya dan Tarawih. Di bawah kubah Masjid Asy Syifa, gerakan rukuk dan sujud menjadi simbol kesetaraan bahwa di hadapan Allah SWT, semua berdiri sejajar.

Wali Nagari Tiumang, Zulkifly, dengan suara yang sedikit bergetar, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia menyebut kehadiran TSR sebagai bentuk kepedulian yang tak hanya formalitas, tetapi sentuhan nyata yang dirasakan masyarakat.

“Atas nama masyarakat Nagari Tiumang, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah sudi datang menyapa dan berdialog dengan kami,” ucapnya.

Malam itu semakin istimewa karena empat wali nagari turut hadir menyambut, dari Sipangkur, Sungai Langko, hingga Koto Beringin. Sebuah isyarat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi tentang menyatukan langkah.

Dalam sambutannya, Jasman Rizal berbicara dengan tenang dan terukur. Ia menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan jembatan silaturahmi agar pemerintah lebih dekat dan peka terhadap denyut kehidupan masyarakat.

Exit mobile version