BeritaKota BukittinggiReligi

Wako Bukittinggi: Idul Adha 1447 H Istimewa, Beriringan dengan 100 Tahun Jam Gadang

20
Wako Bukittinggi, Ramlan Nurmatias beri sambutan dalam Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Wirabraja
Wako Bukittinggi, Ramlan Nurmatias beri sambutan dalam Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Wirabraja. (f/pemko)

Mjnews.id – Pemerintah Kota Bukittinggi gelar Salat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu, 27 Mei 2026, di Lapangan Wirabraja. Pelaksanaan Salat Id berlangsung khidmat, diikuti langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Wakil Wali Kota Ibnu Asis, serta unsur Forkopimda dan masyarakat Kota Bukittinggi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Irwan, menyampaikan, pada Hari Raya Idul Adha terdapat dua ibadah utama yang dilaksanakan umat Islam, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban.

ADVERTISEMENT

Ia mendoakan seluruh jemaah haji asal Bukittinggi, Sumatra Barat, maupun Indonesia agar diberikan keselamatan selama menjalankan ibadah dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.

Irwan menambahkan, dalam pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini, bertindak sebagai imam Darul Asfani, S.Ag., M.H., yang merupakan Dewan Hakim MTQ tingkat Provinsi Sumatra Barat asal Kota Bukittinggi. Khatib Shalat Idul Adha dipercayakan kepada Muchlis Bahar, Lc., M.Ag., Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, peringatan Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan momentum bersejarah 100 tahun Jam Gadang.

“Dua momentum besar tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga nilai agama dan adat, serta membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks,” jelas Wako.

Wako menambahkan, ancaman penyakit masyarakat, narkoba, pergaulan bebas hingga perilaku menyimpang LGBT harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kota Bukittinggi bersama seluruh unsur masyarakat menolak segala bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma agama dan adat Minangkabau.

“Karena itu, keluarga harus menjadi benteng utama melalui penguatan pendidikan agama, kasih sayang dan pengawasan terhadap anak-anak. Pemko terus berupaya mengantisipasi persoalan ini dengan menjalankan program Sekolah Keluarga Gemilang,” ujar Wako Ramlan.

(Aii)

Exit mobile version