Padang PanjangReligi

Ini Keistimewaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan dan Beribu Amalannya

225
Jasriman
Jasriman.

Padang Panjang, MJNews.id – Bulan Ramadhan kini sudah memasuki fase ketiga yakni 10 hari terakhir. Ada banyak keutamaan 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat ini. 
Di 10 hari terakhir Bulan Ramadhan, Muslim dituntut lebih intensif melakukan ibadah untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf dan memperbanyak doa untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul qadar, seperti iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, dzikir, dan bersedekah.
Hal tersebut disampaikan Buya Jasriman dalam isi khotbahnya di Masjid Zuama Jembatan Besi, Pasar Usang Padang Panjang Barat, Jumat 22 April 2022.
Disebutkan, pada 10 hari pertama disebut dengan penuh dengan rahmat, fase pertengahan atau 10 hari kedua yakni penuh ampunan dan 10 hari ketiga atau fase terakhir yakni pembebasan dari api neraka. 
Lebih jauh, Jasriman mengatakan dalam khutbahnya, semua hari di bulan Ramadan sangat istimewa dan semua muslim disarankan untuk melakukan ibadah dengan baik. Namun, 10 hari terakhir Ramadan sangat istimewa. Ada banyak keutamaan di sepertiga bulan terakhir itu hingga Rasulullah pun mengencangkan ibadahnya.
Pertama, sepuluh hari terakhir merupakan penutup bulan Ramadan yang penuh berkah. Dan setiap amalan manusia dinilai dari amalan penutupnya. 10 malam terakhir adalah malam-malam yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW.
Kerinduan akan keindahan lailatul qadar, atau malam kemuliaan yang keutamaan beribadahnya melebihi beribadah sepanjang 1.000 bulan. Nabi memberikan contoh kepada umatnya agar tidak terlena dalam kesibukan mempersiapkan kebutuhan hari raya sehingga melupakan keutamaan beribadah di 10 hari terakhir.
Rasulullah SAW bahkan meningkatkan, amal ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan. Intinya, malam sepuluh terakhir Ramadan, merupakan bulan penuh rahmad dan ampunan. Dimana, segala pintu ampunan dibuka Allah selebar lebarnya. Namun, di akhir-akhir bulan Ramadan kita banyak yang abai.
“Padahal, di awal-awal Ramadan kita giat-giatnya  beribadah. Kenapa kok di penghujung Ramadan kita malah disibukkan dengan urusan duniawi,” terang Jasriman.
(Son)
Exit mobile version