Pembicara lain, Najib Azca menjelaskan, apa yang dilakukan PBNU terutama dengan menyelenggarakan Forum Religion of Twenty (R20) sebagai sarana terus menggaungkan pesan agama bagi kemajuan peradaban.
“R20 adalah gerakan global dan merupakan langkah panjang yang sudah dilakukan tokoh NU sebelumnya. Dengan demikian, keberadaan R20 sebagai gerakan kolektif tokoh agama untuk terus berkesinambungan,” katanya.
Sejumlah peserta juga memberikan masukan terkait kondisi riil di lokasi tempat mereka tinggal. Demikain pula gerakan yang dilakukan para tokoh ormas agama sebagai upaya memastikan perbedaan keyakinan bukan sebagai sarana untuk memecah belah bangsa.
“Apa yang disampaikan peserta sangat penting sebagai inside dan kearifan yang menginspirasi untuk dijadikan rumusan pemikiran bagi pertemuan di masa mendatang,” kata Ahmad Suaedy selaku ketua panitia kegiatan ini.
Menurutnya, beberapa masukan dan testimoni yang telah disampaikan peserta sangatlah penting. Bahwa sudah ada kesadaran kolektif di akar rumput dalam memastikan kebersamaan tersebut.
“Perdamaian dan dialog antaragama bukan hanya kegiatan, melainkan sudah menjadi gerakan. Dan masukan dari diskusi yang ada tentu saja akan diproses untuk kegiatan berikutnya,” tandasnya.
Sosialisasi ASEAN Intercultural Conference ASEAN IIDC 2023 dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. Sedangkan peserta acara adalah sejumlah tokoh agama dari Jawa Timur dan Indonesia Timur.
(***)
