Menurutnya, konsep MBG menegaskan bahwa gizi dan ekonomi lokal saling terkait erat.
“Dengan melibatkan UMKM dan masyarakat sekitar, kita tidak hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menggerakkan roda ekonomi di tingkat nagari,” lanjut Ade Tyas.
Lebih lanjut, Ade Tyas juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan program MBG dan menegaskan bahwa pendaftaran mitra resmi hanya dilakukan melalui portal resmi BGN.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Bukittinggi diharapkan semakin memahami pentingnya asupan bergizi dan gotong royong dalam mendukung keberhasilan program nasional. MBG menjadi bukti nyata bahwa pembangunan manusia dimulai dari hal yang paling mendasar piring makan yang sehat dan gizi yang seimbang.
(*/eds)
