BeritaKabupaten AgamParlemen

MBG Hadir di Sungai Pua Agam, Ade Rezki Pratama Dorong Kesadaran Gizi dan Kemandirian Masyarakat

295
Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama bersama BGN sosialisasikan Program MBG di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama bersama BGN sosialisasikan Program MBG di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (f/ist)

Mjnews.idDPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus implementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat. Sosialisasi program MBG ini menjadi ruang penting untuk membedah arah dan makna besar dari program MBG yang sedang digencarkan pemerintah.

Sosialisasi dengan tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” dibuka dengan sambutan dari Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama ini berlangsung di Aula Kantor Walinagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu (15/10/2025).

ADVERTISEMENT

Turut hadir perwakilan Badan Gizi Nasional, Ade Tyas, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius dalam upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama bersama BGN sosialisasikan Program MBG di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (f/Ist)

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masalah gizi adalah fondasi dari kualitas manusia. Membangun SDM unggul bukan sekadar soal pendidikan dan keterampilan, tapi juga dimulai dari tubuh yang sehat dan asupan gizi yang baik sejak dini,” tutur Ade Rezki Pratama.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Badan Gizi Nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kebijakan dan intervensi yang berkelanjutan.

“Koordinasi lintas sektor harus semakin solid agar upaya peningkatan gizi masyarakat berjalan efektif. Ini bukan sekadar program makan gratis, tapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas Indonesia 2045,” tegas Ade.

Sementara itu, perwakilan BGN, Ade Tyas, menjelaskan bahwa MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“SPPG atau Dapur MBG bukan sekadar tempat memasak makanan bergizi. Di sana ada perputaran ekonomi lokal. Warga dilibatkan sebagai penyedia bahan baku, pengolah makanan, hingga tenaga kerja,” jelasnya.

Exit mobile version