Mjnews.id – Pemerintah Kabupaten Agam terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana hidrometeorologi melalui penyaluran berbagai bantuan sosial dan program rehabilitasi bagi warga terdampak.
Berkolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Agam telah menyalurkan bantuan sosial dengan total nilai mencapai Rp11,708 miliar kepada 8.308 jiwa korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam.
Bupati Agam, Benni Warlis menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana sekaligus mendukung percepatan pemulihan sosial dan ekonomi warga.
“Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dalam hal ini Pemerintah daerah kabupaten Agam hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan dan dukungan yang diperlukan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujarnya dalam berbagai kesempatan saat penyerahan bantuan kepada masyarakat.
Bantuan yang disalurkan terdiri dari Jaminan Hidup (Jadup) bagi 8.195 jiwa dengan nilai Rp11,063 miliar, Santunan Ahli Waris Tahap II kepada 8 ahli waris sebesar Rp120 juta, serta Santunan Korban Luka bagi 105 jiwa dengan total bantuan Rp525 juta.
Selain itu, masyarakat terdampak juga menerima bantuan kebutuhan pokok berupa sembako yang disalurkan melalui program Kementerian Sosial RI.
Dalam mendukung proses pemulihan, sebanyak 2.297 Kepala Keluarga menerima bantuan Jaminan Hidup yang diberikan sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.
Berkat upaya Bupati Agam, tidak hanya bantuan sosial, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,47 miliar untuk perbaikan 112 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun 2025.
Sampai berita ini diturunkan Data Dinas Sosial Kabupaten Agam mencatat sebanyak 2.427 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, dan berat.
Bantuan dan program pemulihan diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak cukup parah, seperti Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Palupuh, IV Koto, Malalak, dan Matur yang terdampak banjir bandang, tanah longsor, dan berbagai bencana hidrometeorologi lainnya.
Pemkab Agam apresiasi seluruh unsur dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometerologi
Pemerintah Kabupaten Agam juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Kementerian Sosial RI, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal sehingga masyarakat Kabupaten Agam dapat kembali bangkit, produktif, dan sejahtera.
Pada berbagai kesempatan, bantuan tersebut turut diserahkan secara langsung oleh Bupati Agam kepada masyarakat penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi warga selama masa pemulihan pascabencana.
(Adv)
